
batampos – Kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan di Kepri. Namun, peningkatan ini tidak diiringi dengan pertambahan bed occupancy rate (BOR) atau keterisian rumah sakit. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Mohammad Bisri mengatakan bahwa peningkatan ini disebabkan varian baru dari Omnicron.
Namun, sejauh ini varian baru itu, tidak memberikan dampak yang terlalu berat. Rata-rata masyarakat Kepri yang terpapar varian baru ini, hanya mengalami gejala demam dan flu biasa. Setelah beberapa hari, gejala-gejala tersebut hilang.
“Varian baru ini turunan dari Omnicron,” kata Bisri, Minggu (7/8).
Per Sabtu (6/8) ada penambahan sebanyak 12 kasus baru. Kebanyakan didominasi dari Batam sebanyak 9 kasus, lalu disusul Karimun dan Tanjungpinang. Sampai saat ini, ada sebanyak 107 kasus aktif di Kepri.
Meskipun banyak penambahan kasus baru, namun jumlah pasien yang sembuh juga banyak. Bisri mengatakan ada sebanyak 27 orang yang sembuh, 13 orang dari Batam, 13 orang dari Tanjungpinang dan 1 orang dari Karimun.
“Positif rate Kepri hanya 1,72 persen saja,” ungkap Bisri.
Jika dibagi per daerah, positif rate paling tinggi di Tanjungpinang 5,9 persen, lalu disusul Karimun 2,1 persen, Bintan 1,07 persen dan Batam 1,02 persen.
Bisri menyebut peningkatan kasus ini tidak hanya disebabkan oleh peningkatan mobilitas masyarakat saja. Tapi, juga dengan tingkat tracing yang tinggi. Begitu ada temuan kasus baru, petugas kesehatan akan melakukan tracing secara masif.
Sejauh ini, varian turunan dari varian omnicron yang baru, tidak memberikan dampak yang berat. Bisri melihatnya ini akibat pengaruh vaksinasi. Tapi, ia mewanti-wanti masyarakat yang suka bepergian, terutama bagi yang masih muda.
“Nah, bagi yang suka jalan-jalan atau keluar. Apalagi yang muda-muda nih, jika ada orangtua yang sudah lansia di rumah. Sebaiknya jika sedang merasa tidak sehat, agar melakukan karantina mandiri. Sebab, bagi yang muda tak masalah efeknya. Tapi yang bagi yang tua, jika terpapar akan memberikan efek yang cukup berat,” ujar Bisri.
Kekhawatiran Bisri ini bukan tanpa alasan. Sebagian besar lansia di Kepri, belum mendapatkan vaksin yang cukup. Hal ini disebabkan berbagai penyakit penyerta yang diderita para lansia. “Mereka ini menjadi orang-orang beresiko. Jadi jika ada orang tua, sebaiknya jaga protkes di rumah,” ungkapnya.
Kepada masyarakat Bisri meminta agar protokol kesehatannya jangan kendor. Jika masuk ke dalam ruangan atau kantor, sebaiknya selalu menggunakan masker. “Apabila sakit, jangan dipaksakan masuk. Istirahat di rumah dulu,” pungkasnya. (*)
Reporter : FISKA JUANDA

