Minggu, 26 April 2026

Ditinggal Pedagang, Pasar TPID II Makin Sepi

Berita Terkait

Suasana pasar TPID di Dreamland, Tanjungriau, Sekupang yang makin hari makin sepi, Minggu (18/4). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Terobosan Pemerintah Kota Batam untuk mengontrol harga kebutuhan pokok di wilayah Batuaji dan Sagulung melalui Pasar Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) II Dreamland di Marina, Tanjung Riau, Sekupang, tidak sesuai harapan.

Pasalnya pasar binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam yang memiliki 250 kios dan 56 lapak itu mulai mangkrak. Pedagang banyak yang sudah hengkang karena tidak ada perkembangan yang berarti sejak pasar tersebut diresmikan 23 Januari 2021.

Sepi pengunjung dan pengelolaan yang kurang maksimal menjadi alasan pedagang untuk pindah ke lokasi pasar lain. Kini tersisa segelintir pedagang saja dan itupun kebanyakan yang mengisi kios sembako dan kedai makanan di deretan depan pasar. Sementara lapak-lapak pasar basah di bagian dalam sudah kosong.

“Orang (pedagang) pada pindah ke pasar kaget karena lebih ramai pasar kaget dari pada di sini,” ujar Usman, pedagang sembako di pasar TPID II Dreamland.

Disebutkan Usman, pedagang yang semula menempati lokasi pasar tersebut umumnya sangat senang dan ingin pasar tersebut berkembang. Namun karena pandemi Covid-19 serta kurangnya perhatian dari tim pembina pasar mengharuskan mereka hengkang satu persatu.

Pedagang tak bisa bertahan karena dagangan mereka tak laku. Mereka berharap ada terobosan yang pasti dari Disperindag Kota Batam agar pasar tersebut kembali hidup dan berkembang.

“Programnya sudah bagus untuk mengontrol harga kebutuhan pokok, tapi pengelolaan kurang maksimal sehingga tak berjalan dengan baik. Semoga ke depannya diatur yang baik lagi biar pasar ini kembali hidup,” ujarnya.

Andi, pedagang lainnya mengusulkan agar Pemko Batam menertibkan keberadaan pasar kaget di sekitar wilayah Marina dan Tanjunguncang yang kini semakin menjamur. Pedagang di pasar kaget diarahkan untuk menempati lokasi pasar TPID tersebut agar kembali ramai.

“Biar masyarakat juga ke sini. Kalau masih ada pasar kaget ya masyarakat ke pasar kaget ketimbang ke sini,” katanya. (*)

REPORTER: EUSEBIUS SARA

UPDATE