Minggu, 3 Mei 2026

DPRD Batam Minta Dinas Perhubungan Tertibkan Retribusi Parkir di Batuaji dan Sagulung

Berita Terkait

Ilustrasi. Parkir. Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Penarikan Retribusi parkir di luar kawasan parkir berlangganan di Kota Batam khususnya di wilayah Batuaji dan Sagulung kembali menjadi sorotan.

Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Dominggus Roslinus Rega Woge, mempertanyakan kemana perginya retribusi parkir yang ditarik dari masyarakat tersebut.

Pasalnya menurut dia, retribusi parkir yang didapat oleh juru parkir di luar kawasan parkir berlangganan di kawasan tersebut nilainya cukup besar.

Satu jukir kata dia, rata-rata menyetor di atas Rp 30 ribu perhari. Namun sampai saat ini tidak diketahui secara pasti berapa yang disetor ke Dinas Perhubungan Kota Batam, sebagai dinas yang berwenang untuk kelola sumber pendapatan daerah dari retribusi parkir tersebut.

“Belakangan saya sering bertanya kepada Jukir. Katanya disetor ke koordinator setiap hari. Ada yang Rp 30 ribu, Rp 50 ribu bahkan sampai Rp 100 ribu. Nah dari koordinator ini berapa yang diserahkan ke Dishub kita tak tahu pasti. Padahal ini PAD,” ujarnya.

Dia berharap hal itu bisa ditindaklanjuti oleh Dinas Perhubungan Kota Batam agar sistem penarikan retribusi parkir di sana berjalan dengan maksimal dan benar-benar untuk PAD di kota Batam.

“Pasar kaget, depan ruko, minimarket, lokasi ATM sangat banyak jukir di sana. Kemana uang yang diambil dari masyarakat ini sebenarnya. Ini harus disampaikan secara transparan, berapa yang sampai ke Dishub,” tuturnya.

Sorotan anggota dewan ini didukung masyarakat di Sagulung dan Batuaji. Dishub Batam selaku regulator penarikan retribusi parkir harus menertibkan sistem penarikan parkir di sana. Petugas parkir atau jukir juga harus dilengkapi dengan seragam dan karcis sehingga lebih tertib dan teratur.

“Seragam biar tidak terkesan sebagai juru parkir liar. Karcis biar tak berulang kali kita bayar parkir dalam satu kawasan,” jelasnya.

“Di Tunas Regency itu, masuk ke toko satu bayar parkir, keluar dan masuk lagi ke rumah makan di sebelah bayar parkir lagi. Itu karena petugasnya tak ada karcis parkir. Ini kemana sebenarnya uang parkir yang dipungut dari masyarakat. Ini harus diperjelas,” katanya lagi.(*)

Reporter: Eusebius Sara

UPDATE