Kamis, 23 April 2026

Ekonomi Kepri Diprediksi Tumbuh 4 Persen

Berita Terkait

Ilustrasi. Aktivitas di Pelabuhan Batu Ampar. BPS Kota Batam mencatat nilai ekspor Batam pada September 2021 naik sebesar 3,97 persen dibanding ekspor Agustus 2021. Total nilai ekspor Batam mencapai 1.020,29 juta dolar Amerika Serikat (AS). Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri memprediksi pertumbuhan ekonomi Kepri akan lebih baik pada triwulan keempat. Penyebabnya, karena konsistensi industri dalam melepas ekspor ke luar negeri.

“Kami optimis bahwa ekonomi Kepri di triwulan keempat akan lebih baik, dan akan mencapai 4 persen,” kata Kepala BI Kepri, Musni Hardi, Sabtu (13/11).

Pertimbangan BI yakni kondisi Batam yang saat ini sudah memasuki Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1.

“Ekonomi Kepri kemarin di triwulan ketiga hanya tumbuh 2,97 persen. Melambat tentunya dibanding triwulan sebelumnya. Dan lebih rendah dari yang kami perkirakan,” paparnya.

Penyebabnya yakni kondisi Batam pada Juli dan Agustus lalu yang masih dalam PPKM Level 4 dan 3. “Makanya kami imbau masyarakat untuk tetap jaga protokol kesehatan, apalagi di triwulan keempat ini memasuki musim Natal dan Tahun Baru (Nataru), mobilitas tentu akan lebih tinggi,” jelasnya.

Kondisi industri yang stabil, sangat membantu menopang pertumbuhan ekonomi Kepri sepanjang 2021. “Ekspor kita bagus, dan itu mampu menopang pertumbuhan ekonomi Kepri. Dampaknya besar, karena disebabkan permintaan terhadap barang elektronik dari Kepri masih tinggi,” ungkapnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Batam, nilai ekspor Batam di September 2021 naik sebesar 3,97 persen dibanding ekspor Agustus 2021. Total nilai ekspor Batam mencapai 1.020,29 juta dolar Amerika Serikat (AS).

“Nilai ekspor Batam menyumbang 74,08 persen dari total ekspor se-Kepri sebesar 1.377,30 juta dolar AS,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Batam, Rahmad Iswanto.

Penyumbang ekspor terbesar yakni ekspor non-migas yang mencapai 908,55 juta dolar AS atau naik 4,83 persen dibanding Agustus 2021. Sedangkan ekspor migas September 2021 hanya 111,74 juta dolar AS atau turun 2,56 persen dibanding bulan sebelumnya.

“Ekspor non-migas HS 2 digit terbesar yakni golongan barang mesin/peralatan listrik sebesar 376,65 juta dolar AS,” ungkapnya.

Sementara itu, negara tujuan ekspor terbesar masih Singapura dengan nilai 411,17 juta dolar AS. Kontribusinya mencapai 41,60 persen.

“Kemudian tujuan ke Amerika Serikat dengan nilai 195,61 juta dolar AS dan Tiongkok senilai 65,60 juta dolar dolar AS,” ungkapnya. (*)

Reporter : Rifki Setiawan

UPDATE