Sabtu, 18 Juli 2026

Fatalitas Kecelakaan di Batam Turun, Tapi Jumlah Kasus Naik Seiring Pertumbuhan Kendaraan

Berita Terkait

Kasat Lantas Polresta Barelang Kompol Afiditya Arief Wibowo. F.Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Barelang mencatat tren positif dalam menekan angka korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Meski secara kuantitas jumlah kecelakaan masih meningkat seiring bertambahnya jumlah kendaraan dan penduduk di Kota Batam, secara kualitas tingkat fatalitas justru mengalami penurunan.

Berdasarkan data analisa dan evaluasi (Anev) Satlantas Polresta Barelang, sepanjang Januari hingga Oktober 2025 terjadi 888 kasus kecelakaan lalu lintas. Dari jumlah tersebut, tercatat 30 orang meninggal dunia, 137 orang mengalami luka berat, dan 1.085 orang mengalami luka ringan.

Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, mengatakan peningkatan jumlah kejadian kecelakaan setiap tahun merupakan konsekuensi dari pertumbuhan jumlah penduduk dan kendaraan di Batam yang terus meningkat. Namun, jika dihitung berdasarkan persentase terhadap pertumbuhan tersebut, angka kecelakaan sebenarnya menunjukkan tren yang semakin baik.

“Secara kuantitas angka kecelakaan memang bertambah dari tahun ke tahun. Hal itu dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah penduduk maupun kendaraan. Namun secara kualitas justru menurun apabila dibandingkan dengan persentase pertumbuhan penduduk dan kendaraan yang ada,” ujar Kompol Afiditya, kemarin.

Baca Juga: Ungkap Kasus Curanmor, Polsek Bengkong Imbau Warga Gunakan Kunci Pengaman Tambahan pada Kendaraan

Data Satlantas menunjukkan pada 2023 tercatat 800 kasus kecelakaan, meningkat menjadi 917 kasus pada 2024, kemudian menjadi 888 kasus hingga Oktober 2025. Sementara korban meninggal dunia mengalami penurunan signifikan, dari 96 orang pada 2023, menjadi 78 orang pada 2024, dan kembali turun menjadi 30 orang pada 2025.

Di sisi lain, jumlah korban luka ringan terus mengalami peningkatan. Tercatat 880 korban luka ringan pada 2023, naik menjadi 979 orang pada 2024, dan kembali meningkat menjadi 1.085 orang pada 2025. Sedangkan korban luka berat turun dari 181 orang pada 2024 menjadi 137 orang pada tahun ini.

Menurut Afiditya, keberhasilan menekan angka fatalitas merupakan hasil dari berbagai langkah yang dilakukan kepolisian bersama instansi terkait, mulai dari edukasi keselamatan berlalu lintas, penegakan hukum, hingga evaluasi terhadap kondisi jalan dan fasilitas pendukung keselamatan.

“Polri bersama instansi terkait dan pemerintah daerah terus mengupayakan berbagai terobosan, termasuk peningkatan infrastruktur keselamatan berlalu lintas agar angka kecelakaan maupun fatalitas dapat terus ditekan,” katanya.

Baca Juga: PLTU Tanjung Sauh Tambah Pasokan 300 MW, Dukung Kawasan Industri Masa Depan

Ia juga mengimbau seluruh masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara. Pengendara diminta mematuhi seluruh aturan lalu lintas, memeriksa kondisi kendaraan sebelum digunakan, menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm dan sabuk pengaman, serta melengkapi dokumen kendaraan maupun surat izin mengemudi.

Kasat Lantas berharap kesadaran masyarakat menjadi faktor utama dalam menekan angka kecelakaan di Batam. Dengan sinergi antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun budaya tertib berlalu lintas, diharapkan jumlah kecelakaan maupun korban jiwa dapat terus menurun pada tahun-tahun mendatang. (*)

UPDATE

Play sound