Sabtu, 18 Juli 2026

PLTU Tanjung Sauh Tambah Pasokan 300 MW, Dukung Kawasan Industri Masa Depan

PLN dan Panbil Perkuat Sistem Kelistrikan

Berita Terkait

Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) Layanan Khusus di Batam guna mendukung penyelesaian pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Sauh. Foto: Istimewa

batampos – Sistem kelistrikan Batam-Bintan terus diperkuat untuk menjawab kebutuhan energi yang terus meningkat. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (UID WRKR) bersama PT Panbil Utilitas Sentosa menjalin kerja sama guna mendukung penyelesaian pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Sauh yang diproyeksikan menambah pasokan listrik sebesar 300 megawatt (MW).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) Layanan Khusus di Batam. Melalui perjanjian itu, PLN akan memasok listrik tegangan tinggi sebesar 33 megavolt ampere (MVA) untuk kebutuhan power backfeeding selama proses commissioning dan penyelesaian konstruksi PLTU Tanjung Sauh Unit 1 dan Unit 2.

Masing-masing unit pembangkit tersebut memiliki kapasitas 150 MW. Pasokan listrik sementara dari PLN dibutuhkan agar seluruh tahapan pengujian dan penyempurnaan sistem pembangkit dapat berjalan hingga memasuki tahap operasi komersial.

Penguatan sistem kelistrikan ini menjadi langkah strategis seiring meningkatnya kebutuhan energi di Batam. Kawasan ini tengah diarahkan menjadi salah satu pusat industri strategis nasional, dengan berbagai pengembangan sektor seperti pusat data (data center), semikonduktor, manufaktur berteknologi tinggi, hingga ekosistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Baca Juga: Batam Kembali Jadi Panggung Industri Maritim Dunia

Beroperasinya PLTU Tanjung Sauh nantinya akan meningkatkan cadangan daya sistem kelistrikan Batam-Bintan sekaligus memperkuat keandalan pasokan listrik bagi kawasan industri yang terus berkembang.

Keandalan energi menjadi salah satu faktor penting bagi investor sebelum menanamkan modal. Pasokan listrik yang stabil sangat dibutuhkan industri karena gangguan listrik maupun fluktuasi tegangan dapat berdampak terhadap proses produksi dan biaya operasional.

Managing Director PT Panbil Utilitas Sentosa, Frans Richard Leonard, mengatakan dukungan pasokan listrik dari PLN menjadi bagian penting dalam memastikan proses pengujian pembangkit berjalan sesuai rencana.

”Kami optimistis proyek strategis ini dapat selesai sesuai target sehingga mampu menghadirkan pasokan energi yang andal untuk mendukung kawasan industri terpadu di Batam,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager PLN UID WRKR, Didik Wicaksono menegaskan penyediaan listrik yang andal menjadi salah satu kunci dalam menciptakan iklim investasi yang kompetitif.

Baca Juga: Lulusan SMK Kepri Dipacu Langsung Masuk Industri, Kendala Bahasa Mandarin Jadi Sorotan

”Keandalan pasokan listrik adalah salah satu faktor penentu utama keberhasilan setiap proyek strategis nasional maupun daerah. Melalui solusi kelistrikan yang adaptif ini, PLN berkomitmen mendukung tumbuhnya kemandirian energi lokal yang mampu menstimulus pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” katanya.

Menurut Didik, penguatan sistem kelistrikan Batam-Bintan merupakan bagian dari strategi jangka panjang PLN dalam mendukung transformasi Batam sebagai kawasan industri masa depan yang mampu menarik investasi bernilai tambah tinggi.

Dengan tambahan kapasitas 300 MW dari PLTU Tanjung Sauh, sistem kelistrikan Batam-Bintan diharapkan memiliki cadangan daya yang lebih kuat untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan listrik, terutama dari sektor industri. (*)

ReporterAzis Maulana

UPDATE

Play sound