
batampos – PT. Adhi Karya mulai menata lahan untuk dijadikan tempat mendirikan bangunan masjid sementara di area Masjid Agung Batamcenter. Nantinya bangunan ini bisa menampung hingga 150 jemaah.
Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Batam, Suhar mengatakan usai penandatangan kontrak dan doa bersama, pengerjaan langsung dimulai.
Tahap pertama adalah menyiapkan bangunan masjid sementara, sebelum bangunan utama masjid dibongkar. Sesuai dengan penjelasan pihak kontraktor, untuk menyelesaikan perakitan masjid membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan.
Ia menjelaskan tempat ibadah sementara merupakan bangunan modular. Bangunan ini merupakan bangunan yang moderen, dan materialnya dirancang dengan cara dirakit. Sehingga butuh waktu kurang lebih tiga minggu untuk menginstalnya.
“Jadi kalau nanti bangunan sementara sudah siap dipakai untuk tempat beribadah, pengerjaan langsung lanjut ke tahap pembongkaran bangunan utama masjid,” ujarnya.
Untuk saat ini alat berat sudah masuk, dan memulai pengerjaan penataan lahan untuk bangunan masjid. Rencananya, bahan baku akan masuk melalui jalan yang sempat menjadi tempat penjualan hewan kurban beberapa waktu lalu.
“Alhamdulillah, pengerjaan sudah mulai berjalan. Sesuai dengan rencana, dan tentu kita berharap proyek tahun jamak ini bisa berjalan sesuai rencana,” ujarnya.
Tidak saja itu, selain memulai penataan untuk bangunan masjid sementara, pihak juga akan memagari untuk mendukung pengerjaan proyek revitalisasi Masjid Agung ini. Hal ini bertujuan untuk melindungi area sekitar masjid dari pengerjaan proyek, keluar masuk alat berat, dan saat bahan baku tiba di lokasi masjid.
“Sesuai dengan rencana, pengerjaan ini diupayakan tidak mengganggu jalan utama. Jadi walaupun ada pengerjaan, aktivitas di sekitar tidak terganggu,” ujarnya.
Ia memperkirakan bangunan masjid pengganti bisa selesai di pertengahan bulan Agustus mendatang. Sementara itu, bangunan masjid utama masih bisa difungsikan untuk beribadah.
“Yang jelas paralel pengerjaan revitalisasi masjid ini. Yang pasti pembongkaran plasa. Karena rencana ada basement dua lantai yang akan dibangun di sana nantinya,” terang Suhar.
Revitalisasi bangunan Masjid Agung Batam dikerjakan oleh PT Adhi Karya dengan anggaran kurang lebih Rp 167 miliar selama tiga tahun ke depan. (*)
Reporter : YULITAVIA

