
batampos– Aksi penyelundupan barang barang dari pelabuhan resmi seperti pelabuhan kapal RORO, Punggur, Batam, masih terus terjadi.
Para pelaku seperti mengetahui informasi kapan petugas melakukan razia. Jadi jika akan ada razia, aksi penyelundupan akan berhenti sementara. Jika sudah aman, maka para pelaku penyelundup akan menjalankan aksinya lagi.
Modus para penyelundup melakukan aksinya adalah membawa barang barang pindahan dari Batam menuju daerah di luar Batam. Pertanyaan, apa tiap ada ada orang pindahan dengan barang ber truk truk. Biasanya, barang barang pecah belah ditaruh di bagian atas sedangkan barang yang diselundupkan tersembunyi di bagian terbawah dari muatan.
Berbagai jenis barang selundupan yang dimuat ke dalam truk tersebut dengan bebas melewati pemeriksaan petugas
“Setiap kapal itu pasti ada pengiriman (selundupan). Barang tidak ada diperiksa, karena dari awal sudah ada koordinasi sama petugas,” ujar R, salah seorang sopir yang ditemui di pelabuhan roro, Punggur.
Informasi yang didapatkan, penyelundup yang kerap bermain di pelabuhan tersebut tidak hanya satu orang. Banyak. Hanya saja, menurut sumber di lapanga, pengusaha asal Karimunlah yang terbesar. Barang barang yang diselundupkan dari Batam ada sembako, rokok, dan barang lainnya.
“Pengusaha itu pemain besarnya dari Karimun. Dia pemilik barang, truk, dan barangnya selalu lewat ke Karimun,” katanya.
Ia menilai dalam sekali selundupan, pengusaha itu bisa meraup keuntungan ratusan juta rupiah. Keuntungan tersebut didapatkan dari penghindaran pembayaran pajak.
“Untungnya pasti besar. Pekerjanya saja banyak, tapi dia sudah koorndiasi dengan petugas,” ungkapnya.
R mengaku para penyelundup di Pelabuhan Roro Telaga Punggur sudah mengetahui jadwal petugas razia. Sehingga, setelah razia seluruh penyelundupan barang kembali dilakukan.
“Paling berhenti bawa barang pas razia saja. Barangnya macam-macam. Balpres, sembako, elektronik, rokok, minuman, kasur. Lengkap semuanya,” ungkapnya.
Sementara itu, Bea Cukai Batam yang dikonfirmasi terkait maraknya penyelundupan barang ilegal di Pelabuhan Roro Telaga Punggur belum memberikan tanggapan. Humas Bea Cukai Batam, Ricky Hanafie yang dikonfirmasi tak membalas pesan yang dikirimkan.
Terkait maraknya selundupan barang ilegal ini mendapatkan perhatian dari mantan Ketua DPRD Kota Batam, Ruslan Kasbulatov. Ia menilai penyelundupan yang terjadi di pelabuhan Roro telaga Punggur terjadi secara sistematis.
Ia menyebut banyak oknum aparat terlibat dalam penyelundupan di pelabuhan telaga Punggur.
“Itu semua barang diselundupkan melalui pelabuhan telaga Punggur,” ucap Ruslan.
Ia menilai penyelundupan di pelabuhan tersebut memuluki banyak kepentingan. Sehingga ia meminta petugas Bea Cukai untuk lebih serius melakukan penindakan.
“Sehari puluhan mobil yang membawa barang selundupan ke pinang, Kuala Tungkal, Sei Pakning dan Tanjung Balai Karimun, semua berbungkus dokumen resmi. Macam mana mau petugas bea cukai mau menghentikan penyelundupan di pelabuhan Roro telaga Punggur itu,” katanya. (*)

