
batampos- Sampai saat ini, harga cabai di pasaran masih tinggi. Salah satu penyebabnya adalah stok semakin menipis. Kaperindag Kota Batam, Gustian Riau mengatakan faktor cuaca di laut kembali menjadi penghalang pendistribusian cabai ke Batam. Kali ini cabai yang diangkut dari Aceh dan Padang.
“Info kapal cabai yang aturan masuk kemarin malam, ada kendala di Buton. Karena faktor cuaca,” kata Gustian. Menurut dia, karena gelombang tinggi dan angin kencang, Syabandar tak mengizinkan kapal berlayar. Sehingga dipastikan harga cabai di Batam masih tinggi.
BACA JUGA: Harga Cabai Naik Tiga Kali dalam Sepekan
“Mudah-mudahan tak ada kendala lagi, sehingga harga cabai bisa kembali normal. Kenaikan harga cabai tak ada pengaruh sama Nataru, ” ujar Gustian.
Sementara pantauan di lapangan, harga cabai masih berkisar Rp 90-100 ribu per kg. Masyarakat berharap harga cabai bisa segera normal, karena beberapa komoditas sudah banyak yang naik.
“Semoga bisa segera turun, karena semua serba naik. Minyak goreng juga masih tinggi,” terang Aini warga Batamcenter.
Amir pedagang di pasar Botania mengatakan harga cabai setan masih tinggi yakni Rp 95 ribu per kg. Sedangkan cabai rawit hijau Rp 80 ribu per kg.
“Cabai setan dan rawit memang lagi tinggi. Tapi cabai setan ini harga nya sudah agak kurang dibanding kemarin, kemarin Rp 100 ribu,” Imbuh Amir.
Menurut dia, harga cabai yang tinggi banyak dikeluhkan pelanggannya. Rata-rata para ibu selalu mengomel saat mendengar harga cabai naik. “Yang normal itu, cabai merah keriting, Rp 5000 per kg. Kalau yang lain mahal,” Pungkas Amir. (*)
Reporter : Yashinta



