Kamis, 23 April 2026

Harga BBM Naik Lagi

Berita Terkait

Ilustrasi. Kendaraan mengisi bahan bakar di SPBU Kota Batam. PT Pertamina kembali menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis tertentu dan sudah berlaku mulai Sabtu (12/2/2022) kemarin. Foto: Iman Wachyudi/Batam Pos

batampos – PT Pertamina kembali menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis tertentu dan sudah berlaku mulai Sabtu (12/2/2022) kemarin.

Adapun, BBM yang naik adalah jenis Pertamax Series yaitu Pertamax Turbo yang naik sebesar Rp 1.300 per liter. Kenaikan juga terjadi pada BBM jenis solar yakni Dex Series, antara lain Pertamina Dex yang naik Rp 2.150 per liter dan Dexlite naik Rp 2.750 per liter.

Sebelumnya, harga jual Pertamax Turbo di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kepri dan Batam sebesar Rp 12.700 per liter, kemudian naik menjadi Rp 14.000 per liter.

Sementara harga jual Pertamina Dex sebelumnya Rp 11.550, kini naik menjadi Rp 13.700. Begitu juga dengan Dexlite, naik menjadi Rp 12.650 per liter dari harga sebelumnya Rp 9.900 per liter.

Sementara untuk produk BBM lainnya dari Pertamina seperti Pertamax dan Pertalite, tidak ada perubahan harga.

Unit Manager Comrel & CSR Pertamina MOR I, Agus Setiawan, mengatakan, PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga BBM Umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 62 K/12/MEM/2020.

Terkait formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran jenis bahan bakar minyak umum jenis bensin dan minyak solar yang disalurkan melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

”Jadi kenaikan itu sesuai dengan Kepmen ESDM dan kenaikan harga sudah berlaku per tanggal 12 Februari,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, kenaikan tersebut tidak hanya terjadi di Kepri dan Kota Batam, melainkan berlaku di seluruh Indonesia.

”Kalau Kenaikan ini secara nasional naiknya. Kepmen itu berlaku secara nasional,” tuturnya.

Sementara itu, Pjs Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, menjelaskan bahwa penyesuaian ini dilakukan mengikuti perkembangan terkini dari industri minyak dan gas.

”Tercatat, harga minyak mentah ICP (Indonesian Crude Price) per Januari mencapai 85 US dolar per barel, naik sekitar 17 persen dari harga ICP per Desember 2021,” jelas Irto.

Untuk Pertamax Turbo (RON 98), terdapat penyesuaian harga menjadi Rp 13.500, Pertamina Dex (CN 53) menjadi Rp 13.200, dan Dexlite (CN 51) menjadi 12.150 per liter untuk wilayah DKI Jakarta atau daerah dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) 5 persen.

Sebelumnya, harga Pertamax Turbo Rp 12.000, Pertamina Dex Rp 11.050, dan Dexlite di harga Rp 9.500.

”Meski mengalami penyesuaian, harga Pertamax Turbo dan Dex Series ini masih paling kompetitif jika dibandingkan dengan produk dengan kualitas setara. Penyesuaian harga ini juga sudah sesuai regulasi Kepmen 62/K/12/MEM/2020 tentang formulasi harga jenis bahan bakar umum (JBU),” tambah Irto.

Irto menambahkan, untuk BBM Non subsidi lainnya yakni Pertamax dan Pertalite, tidak mengalami penyesuaian harga.

Beberapa waktu sebelumnya, PT Pertamina telah menaikkan harga BBM (BBM) jenis Pertamax Turbo sebesar Rp 2.450 per liter dan Pertamina Dex Rp 900 per liter per tanggal 18 September 2021 lalu.

Terhadap kenaikan Pertamax Series dan Dex Series, beberapa pengendara mengaku keberatan. Adil, warga Batuampar misalnya, ia menyebut kenaikan itu tak tepat mengingat saat ini banyak warga Batam yang menggunakan BBM jenis Pertamax Series.

”Apalagi kondisi sekarang ekonomi juga belum bagus-bagus amat, masak BBM sudah dinaikkan,” katanya.

Beda halnya dengan Winata, pengguna mobil dengan BBM jenis solar. Ia mengaku tak masalah harga Dexlite maupun Pertamina Dex naik.

”Kalau mau berhemat, paling kurangi keluar rumah saja,” katanya.

Reporter: Eggi Idriansyah

UPDATE