
batampos.co.id – Menjelang akhir tahun, harga kebutuhan pokok di Kota Batam selalu merangkak naik. Hal ini sudah kerap dikeluhkan masyarakat. Termasuk dengan kenaikan harga minyak goreng yang terjadi sejak beberapa waktu yang lalu.
Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho memaklumi dengan kenaikan harga minyak goreng dipasaran. Sebab, hal ini sudah sejalan dengan naiknya harga sawit di pasaran.
“Jadi kita juga melihat harga sumbernya yang naik sejalan dengan harga sawit,” ujar Udin.
Ia melanjutkan, untuk menurunkan harga kebutuhan pokok itu perlu dilakukannya operasi pasar untuk memastikan stok dari kebutuhan pokok yang merangkak naik. Sebab, jika stok kebutuhan pokok di pasaran langka, tentunya akan memicu kenaikan harga.
Selain itu, ia meminta kepada spekulan yang dengan sengaja melakukan penimbunan kebutuhan pokok agar harga merangkak naik. Kepada spekulan, Udin mengingatkan saat ini pemerintah sedang menggalakkan penindakan kepada spekulan yang dengan sengaja melakukan penimbunan.
“Jadi itu jangan sampai terjadi (penimbunan). Kita kasihan lihat masyarakat. Di tengah pandemi yang baru turun level dan sudah mulai membaik ini, kita berharap perekonomian kita sama-sama membaik,” imbuhnya.
Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi II lainnya, Rubina Situmorang. Ia memahami kenaikan harga minyak goreng di pasaran akibat dari kenaikan CPO yang sedang naik. “Otomatis harga minyak juga ikut naik,” kata Rubina.
Sementara untuk kenaikan harga daging ayam dan telur, akibat harga pakan ayam yang juga ikut naik. Sehingga peternak terpaksa untuk menaikkan harga jual daging ayam.
“Kita harus cari solusinya. Bila perlu turun ke lapangan. Nanti akan turun ke lapangan. Jangan ada penumpukan barang. Stok yang ada dengan kebutuhan masyarakat harus seimbang,” katanya.
Ia menambahkan, dalam waktu dekat, Disperindag Kota Batam juga akan membagikan sembako murah. Namun minyak goreng tak masuk didalamnya.
“Anggarannya dari APBD. Kemungkinan pembagiannya menjelang natal,” imbuhnya. (*)
Reporter: Eggi Idriansyah

