Selasa, 28 April 2026

Harga Telur di Batam Terus Meroket

Berita Terkait

Ilustrasi. Salah seorang pedagang sedang menyusun telur di lapak dagangannya. Saat ini harga telur buras terus naik dan dibanderol Rp60 ribu per papan. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

batampos – Memasuki pekan pertama Januari 2022, harga sejumlah komoditas bahan pokok kembali naik. Seperti telur ayam. Namun, kenaikan harga telur sangat memberatkan bagi para pedagang kuliner.

Harga telur yang tidak kunjung menurun, membuat sejumlah pedagang kecil membatasi pemakain telur dalam menu makanan yang dijualnya.

Salah seorang pedagang bubur di Tiban Cipta Land, Asep, mengatakan, ia terpaksa mengurangi porsi telur karena harganya yang naik
drastis.

”Dulu, beli telur satu papan isi 30 butir hanya Rp 30 ribuan, sekarang sudah Rp 57 ribu,” ujarnya.

Jika sebelumnya ia mampu membeli dua papan, maka sekarang Asep menahan diri dengan hanya membeli satu papan telur.

”Pelanggan jadi agak kecewa, karena telur cepat habis. Soalnya banyak yang doyan buburnya kalau pakai telur rebus,” ujarnya.

Di beberapa wilayah di Batam, harga telur ayam bahkan mencapai Rp 60 ribu per papan yang berisi 30 butir telur.

”Yang naik saat ini telur ayam, sebelumnya masih Rp 50 ribu per papan, sekarang naik menjadi Rp 60 ribu per papan,” ujar Halipah, pedagang telur di Pasar Tiban Indah, Sekupang.

Bahkan, lanjutnya, per butir telur ayam saat ini dijual seharga Rp 2.300 sampai Rp 2.500. Kondisi ini tidak lepas akibat kenaikan harga telur ayam ditingkat distributor.

Sementara, untuk ketersediaan stok, sampai saat ini masih tercukupi.

”Kalau stok masih ada, cuma harganya yang tinggi. Mau tak mau kami juga menyesuaikan,” paparnya.

Tak hanya di Pasar Tiban Indah, harga telur juga terpantau naik di Pasar Seiharapan, Sekupang. Dimana, telur ayam dijual Rp 56 per papan. Itu pun untuk kriteria telur ayam ukuran kecil.

”Kalau yang besar Rp 58 ribu sampai Rp 60 ribu per papan. Kami jual tergantung ukuran,” ujar Rizal, pedagang di Pasar Seiharapan, Sekupang.

Selain telur, komoditas lainnya yang mengalami kenaikan harga ialah minyak goreng kemasan. Saat ini, minyak goreng dijual Rp 34 ribu per kemasan 2 liter.

Padahal, beberapa waktu lalu masih ada yang harganya Sekitar Rp 32 ribu. Ditambahkannya, kenaikan harga telur dan minyak ini belum mempengaruhi permintaan konsumen. Dua komoditas ini masih paling banyak dicari oleh konsumen.

”Kalau berkurang sih enggak, cuma biasa beli per papan sekarang banyak per sepuluh biji,” tambah Rizal.

Sementara itu, untuk sayur saat ini masih normal, dimana tiap kilogram beberapa komoditas sayur hijau dijual Rp 10 ribu.

Seperti bayam, kangkung, dan sebagainya. Begitu juga dengan cabai merah Rp 32 ribu per kilogramnya.

”Cabai turun kalau kemarin masih Rp 35 ribu per kilogram. Saat ini hanya telur dan minyak goreng saja yang naik,” pungkasnya.

Reporter: Eusebius Sara-Rengga Yuliandra

UPDATE