Minggu, 19 April 2026

Harga Telur Semakin Melambung

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Salah seorang pedagang sedang menyusun telur di lapak dagangannya. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

batampos- Harga telur ayam buras di pasaran Batam melambung hingga Rp 54 ribu perpapan. Meski harga melejit, permintaaan telur tetap tinggi, namun stok dipastikan aman. Tingginya harga telur terpantau di sejumlah swalayan dan pasar di kawasan Nongsa hingga Batamcenter. Perpapan telur dijual Rp 46-54 ribu.

BACA JUGA: Harga Telur di Batam Naik Lagi

Disalah satu swalayan kawasan Nongsa misalnya, harga telur perpapan dijual Rp 52 ribu, untuk perpack isi 10 butir Rp 18 ribu, dan perbutirnya Rp 1.900. “Harga telur memang tinggi, udah beberapa minggu. Tapi paling tinggi beberapa hari ini,” ujar Ayu, karyawan swalayan tersebut.

Di pasar Botania Batamcenter, harga telur terpantau Rp 50-54 ribu perpapannya. Harga ini diperkirakan bisa kembali naik jelang akhir tahun. “Baru naik lagi beberapa hari ini, permintaan memang tinggi. Stok kami juga tak banyak,” imbuh Dedi, pedagang sembako.

Sedangkan untuk retail modern, harga telur juga terpantau bervariasi. Rata-rata dijual per pack isi 10 butir dengan harga Rp 16.800-17.500. Untuk perpapan dijual Rp 46-50 ribu.

Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok Kota Batam, Aryanto membenarkan adanya kenaikan harga telur di pasaran Batam. Untuk harga telur saat ini, juga tertinggi sepanjang tahun 2021.

“Memang harga telur sedang tinggi, dan ini harga tertinggi selama tahun 2021. Namun hal ini masih wajar, karena memang permintaan tinggi jelang nataru,” terangnya.

Menurut dia, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab harga telur tinggi. Diantaranya, faktor cuaca yang sering hujan, menyebabkan produksi telur ayam buras berkurang. Kemudian, faktor permintaan tinggi jelang natal dan tahun baru, yang naik sekitar 30-40 persen. Dan terakhir biaya pengiriman atau logistik yang masih tinggi per kontainer nya.

“Beberapa faktor, kalau cuaca hujan, produksi ayam petelur memang berkurang. Kemudian permintaan tinggi dan biaya logistik,” sebut Aryanto.

Meski tinggi, ia memastikan stok telur ayam buras di pasaran Batam masih aman. Untuk kebutuhan pasar di Batam, rata-rata telur di datangkan dari Medan, sedangkan untuk telur dari Barelang jumlahnya tak banyak.

“Rata-rata telur dari Medan. Untuk data stok saya baru di informasikan nanti malam. Mudah-mudahan besok saya punya data. Namun untuk stok Batam saya pastikan aman, meski harga tinggi,” jelasnya.

Disinggung adakah kemungkinan turun tahun ini, Aryanto menyebutkan sangat kecil. Sebab, kemungkinan harga telur akan turun seminggu usai tahun baru.

“Ya kemungkinan turun usai tahun baru. Karena permintaan saat ini masih tinggi. Untuk kendala pengiriman karena cuaca, sempat tertunda satu kapal, namun selebihnya aman,” tegas Aryanto. (*)

 

Reporter: Yashinta

 

UPDATE