
batampos — Kantor Imigrasi Kelas I Batam mulai menyusun langkah pembenahan menyusul mencuatnya dugaan pungutan liar di pintu masuk Pelabuhan Internasional Batam Center. Alih-alih langsung mengeksekusi kebijakan, pimpinan baru memilih memulai dari pemetaan persoalan sebagai dasar penanganan.
Kepala Kantor Imigrasi Batam, Wahyu Eka Putra, mengatakan langkah awal yang diambil sejak hari pertama menjabat adalah mengidentifikasi titik-titik rawan yang berpotensi menjadi pokok permasalahan .
“Strategi pertama kami adalah melakukan pemetaan. Kami ingin mengetahui di mana simpul-simpul persoalan, agar langkah perbaikan yang diambil tepat sasaran,” ujarnya, Senin (13/4).
Menurut dia, karakter wilayah kerja Imigrasi Batam yang memiliki banyak pintu masuk dan keluar, terutama pelabuhan internasional yang tersebar, menuntut pendekatan berbasis asesmen. Tanpa itu, intervensi kebijakan berisiko tidak efektif.
Kasus dugaan pungli di Pelabuhan Batam Center sebelumnya sempat menjadi sorotan luas, bahkan gaungnya menjangkau Singapura. Wahyu mengakui, dampak pemberitaan tersebut tidak hanya menyentuh citra institusi, tetapi juga berpotensi memengaruhi persepsi terhadap iklim investasi di Batam.
“Jangan sampai isu ini mengganggu kepercayaan, baik dari masyarakat lokal maupun internasional. Karena itu, kami datang dengan semangat perbaikan agar Imigrasi Batam bisa kembali menghadirkan citra positif,” katanya.
Ia menyatakan, dugaan pelanggaran yang terjadi tidak bisa digeneralisasi sebagai wajah institusi. Jika terbukti, kasus tersebut merupakan tindakan oknum.
“Masih jauh lebih banyak petugas imigrasi yang bekerja dengan integritas dan melayani secara profesional,” ujarnya.
Terkait penanganan kasus, Wahyu menyebut proses pemeriksaan terhadap pihak yang diduga terlibat telah dilakukan oleh otoritas sebelumnya, termasuk pemeriksaan lanjutan di Jakarta.
Adapun mengenai pergantian kepemimpinan di Kantor Imigrasi Batam, ia menyatakan hal itu merupakan bagian dari mekanisme rotasi dan mutasi aparatur sipil negara.
“Rotasi adalah hal yang biasa dalam organisasi. Kami sebagai ASN siap ditugaskan di mana pun untuk tujuan perbaikan,” katanya.
Wahyu menambahkan, selain melakukan pembenahan terhadap titik-titik lemah, pihaknya juga berkomitmen mempertahankan praktik-praktik baik yang selama ini telah berjalan.
Upaya tersebut, kata dia, menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan keimigrasian di Batam.



