Selasa, 14 April 2026

Inflasi Kota Batam Tertinggi Kedua di Sumatera

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Inflasi. Foto: JawaPos.com

batampos.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi di Kota Batam pada November 2021 sebesar 0,86 persen. Angka ini naik dibandingkan inflasi bulan sebelumnya (Oktober -red) yakni sebesar 0,32 persen.

Kepala BPS Kota Batam, Rahmad Iswanto, mengatakan, inflasi terjadi karena kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,70 pada Oktober 2021 menjadi 106,61 pada November 2021. Sedangkan inflasi tahun kalender (Januari–September) 2021 sebesar 1,85 persen.

“Sedangkan inflasi tahun ke tahun (November 2021 terhadap November 2020) yakni sebesar 2,93 persen,” ujarnya, Jumat (3/12/2021).

Dilihat dari kelompoknya, inflasi di Batam terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada enam kelompok pengeluaran.

Yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau naik sebesar 2,58 persen, kelompok transportasi naik sebesar 0,72 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik sebesar 0,50 persen, kelompok pakaian dan alas kaki naik sebesar 0,10 persen, kelompok kesehatan naik sebesar 0,06 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik sebesar 0,03 persen.

Kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, yaitu kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga turun sebesar 0,36 persen dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya turun sebesar 0,01 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan indeks harga yaitu kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan, kelompok pendidikan serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran.

Sementara itu, pada sub kelompok makanan, minuman dan tembakau ini, komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi.

Yaitu cabai merah sebesar 0,201 persen, minyak goreng sebesar 0,1238 persen; telur ayam ras sebesar 0,1174 persen, bayam sebesar 0,0835 persen, dan kangkung sebesar 0,0736 persen.

“Dari 370 komoditas yang menyusun inflasi Kota Batam, 76 komoditas mengalami kenaikan harga dan 50 komoditas mengalami penurunan harga,” jelas Rahmad.

Rahmad menambahkan, dari 24 kota IHK di Sumatera, tercatat semua kota mengalami inflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Banda Aceh sebesar 0,87 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Lubuklinggau sebesar 0,29 persen.

Batam dan Kota Tanjungpinang masing-masing menduduki peringkat ke-2 dan ke-3 dari 24 kota yang mengalami inflasi di Sumatera.

Selanjutnya bila dilihat dari 90 kota IHK, tercatat 84 kota mengalami inflasi dan 6 kota
mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sintang sebesar 2,01 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Bima dan Kota Pontianak yang sebesar 0,02 persen.

Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Kotamobagu sebesar -0,53 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Tual sebesar -0,16 persen.

“Kota Batam dan Kota Tanjungpinang masing-masing menduduki peringkat ke-5 dan ke-6 dari 84 kota yang mengalami inflasi se-Indonesia,” pungkasnya.

Reporter: Rengga Yuliandra

UPDATE