Rabu, 15 April 2026

Kasus Pembobolan Rekening CIMB Niaga, Polda Kepri Sorot Celah Sistem Bank

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kasubdit Siber Ditreskrimsus Polda Kepri, Kompol Arif Mahari. Foto. Yashinta/ Batam Pos

batampos – Penyidikan dugaan pembobolan rekening nasabah CIMB Niaga di Batam belum sepenuhnya terang. Saksi kunci yang dijadwalkan hadir justru absen, memaksa penyidik menjadwalkan ulang pemeriksaan pada hari Selasa (14/4) ini.

Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kepri, Arif Mahari, menegaskan pemeriksaan difokuskan kepada pihak bank, bukan korban. Undangan resmi telah dilayangkan, namun belum direspons sesuai jadwal.

“Undangan kami hanya untuk pihak CIMB. Korban tidak ada agenda pemeriksaan,” ujarnya, Senin (13/4).

Baca Juga: Cut and Fill di Duriangkang Diduga Tak Ada Izin

Penyidik kini membidik keterangan dari level pusat. Dua saksi dari kantor pusat CIMB Niaga dijadwalkan hadir untuk mengurai lebih dalam sistem keamanan dan mekanisme transaksi digital yang digunakan.

“Informasi awal, dua saksi dari pusat akan hadir. Karena sebelumnya dari cabang belum bisa menjelaskan secara mendalam,” kata Arif.

Keterangan dari pihak cabang dinilai belum cukup membuka tabir dugaan celah sistem. Penyidik masih mencari titik lemah yang memungkinkan transaksi mencurigakan lolos tanpa deteksi.

“Dua saksi sebelumnya, keterangannya masih sangat kurang,” tegasnya.

Sejauh ini, Polda Kepri menangani tiga laporan dengan lima perusahaan sebagai korban. Polanya serupa, waktunya berbeda.

Kasus pertama menimpa PT XSS dengan kerugian Rp1,86 miliar pada 23 Desember 2025. Berikutnya, tiga perusahaan—PT Laras Era Perdana, PT Mustika Mas Sejati, dan PT Ismadi Salam—yang tergabung dalam satu akun BizChannel mengalami kerugian sekitar Rp750 juta pada 30 Desember 2025. Kasus lain menimpa PT GMBR dengan kerugian Rp3,4 miliar pada Februari 2026.

“Harinya berbeda, jadi penanganannya masing-masing. Tapi memang ada kemiripan pola,” ujarnya.

Baca Juga: Langit Dijaga dan Warga kian Hangat Disapa

Di sisi lain, korban mulai bersuara. Direktur PT XSS, Heru, meyakini kerugian perusahaannya dapat kembali. Ia menilai insiden tersebut bukan akibat kelalaiannya, melainkan lemahnya sistem pengamanan bank.

Ia mengaku telah memberi peringatan dini kepada pihak bank sebelum transaksi terjadi. Namun, respons yang diharapkan tak kunjung datang.

“Saya sudah lapor sekitar 20 menit sebelum kejadian. Tapi tetap terjadi pembobolan,” ujarnya. Heru juga menyoroti sistem deteksi pada layanan BizChannel yang dinilai gagal membaca anomali transaksi.

“Harusnya ada sistem yang bisa mendeteksi transaksi mencurigakan. Saldo biasanya kecil, tiba-tiba keluar ratusan juta bertubi-tubi, tapi tidak terdeteksi,” katanya.

Menurutnya, pihak bank berdalih tidak memiliki filter khusus untuk transaksi semacam itu, terutama pada layanan berbasis digital.

Meski begitu, ia memastikan telah menjalankan seluruh prosedur, mulai dari menghubungi pihak bank, call center, hingga melapor ke kepolisian di hari yang sama.

“Saya yakin uang itu bisa kembali. Saya tidak merasa lalai,” tegasnya.

Sebelumnya, pihak Bank CIMB Niaga melalui Branch Area Head Sumatera Region Area III, Sim Mui Siang, menyatakan telah berkomunikasi dengan nasabah.

“Kami telah menindaklanjuti ketidaknyamanan yang dialami nasabah dan bekerja sama dengan pihak berwenang sesuai ketentuan,” ujarnya.

Pihak bank juga mengimbau nasabah untuk menjaga keamanan kredensial dan hanya mengakses layanan melalui platform resmi. (*)

ReporterYashinta

UPDATE