Senin, 4 Mei 2026

Ini Penyebab Air Meluap Dari Saluran IPAL di Perumahan Legenda Bali

Berita Terkait

Petugas Bidang Pengelolaan Limbah BP Batam mengecek IPAL di Perumahan Legenda Bali. Curah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan air meluap melalui saluran IPAL di Perumahan Legenda Bali. Foto: Iyus Rusmana untuk Batam Pos

batampos – Curah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan air meluap melalui saluran Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Perumahan Legenda Bali disebabkan belum selesainya proses instalasi pipa di area tersebut.

Kepala Bidang Pengelolaan Limbah BP Batam, Iyus Rusmana, meminta warga Perumahan Legenda Bali untuk tidak khawatir. Sebab, air yang keluar dari tutup saluran itu dikarenakan belum selesainya proses instalasi pipa dan masih dikerjakan hingga saat ini.

“Itu karena belum terconnect (tersambung) semuanya. Jika sudah beroperasi, insya allah akan aman,” ujar Iyus.

Pihaknya juga telah turun ke lapangan untuk mengecek saluran IPAL pada Senin (20/6/2022) pagi. Dari hasil pengecekan lanjutnya, air yang sempat meluap ke jalan sudah kembali normal.

“Sudah dicek ke lapangan. Sementara sudah turun airnya. Nanti jika sudah terconnect (tersambung) semua, tidak akan meluap,” tegasnya.

Ia menjelaskan, saluran yang sempat meluap itu merupkan sambungan dari rumah ke pipa utama. Dimana, hingga saat ini proses dari penyambungan pipa itu sudah mencapai 90,8 persen.

“Insya allah bulan Juli atau Agustus mulai jalan lagi pengerjaannya,” katanya.

Ia menambahkan, untuk sambungan ke rumah atau ke septic tank belum dilaksanakan karena masih ada beberapa sambungan utama yang masih perlu diperbaiki. Jika tidak ada kendala, bulan Juli pengerjaan akan dimulai kembali.

“Untuk sambungan rumah baru terpasang 10 ribu di bagian depan rumah. Itu bukan ke septic tank, baru bagian depan rumah,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, IPAL berfungsi untuk menampung limbah-limbah domestik atau rumah tangga.

Limbah-limbah dari rumah warga tersebut akan dikumpulkan ke stasiun pompa sebelum dialirkan ke waste water treatment plant (WWTP) di Bengkong Sadai.

Limbah domestik akan dinetralisir di Food Chain Reactor (FCR) menggunakan bakteri yang akan memakan zat pencemar dalam air limbah, akan diolah menjadi pupuk siap pakai dan air baku.(*)

Reporter: Eggi Idriansyah

UPDATE