
batampos – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, merespons baik pembukaan pintu masuk bagi wisatawan Singapura dan Malaysia, 23 Februari dan 1 Maret 2022 mendatang.
”Kedua negara mulai membuka diri. Kalau mereka sudah mau datang, artinya ekonomi akan pulih,” kata dia saat membuka Musrenbang Kecamatan Belakangpadang.
Menurutnya, dibukanya pintu masuk ini dan pelonggaran aturan bisa berdampak baik bagi sektor wisata Singapura, Malaysia, dan Kepri, khususnya Batam. Untuk itu, Batam harus bisa lepas dari penyebaran Covid-19.
”Hari ini masih ada penambahan kasus. Bahkan sudah mencapai ratusan dalam satu hari. Kalau masyarakat abai terus, mengabaikan protkes tidak tertutup kemungkinan angka kasus bisa mencapai ribuan,” ujarnya.
Karena itu, dengan dibukanya pintu masuk oleh Singapura dan Malaysia, itu artinya mereka juga sudah ingin keluar dari negaranya, begitu juga dengan sebaliknya.
”Ini kesempatan untuk membenahi pariwisata. Jangan ada lagi sektor wisata ini terdampak lebih lama. Jangan ada lagi yang tutup usahanya. Makanya saya perlu dukungan semua pihak. Tolong pakai masker. Covid-19 belum usai,” pesannya.
Menjelang datangnya wisatawan dari Singapura nanti, pihaknya akan meningkatkan pengawasan di pintu masuk. Semua wisman harus menjalani pemeriksaan.
Kawasan tempat mereka menghabiskan waktu di Batam dijaga dan diawasi tanpa mengurangi rasa nyaman mereka. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata, mengatakan, rencana kedatangan wisman memang ditunda.
Sebelumnya direncanakan wisman pertama tiba di Batam, 18 Februari hari ini, namun karena adanya perubahan ditunda menjadi 23 Februari.
”Bukan tidak jadi, hanya ditunda saja,” sebutnya.
Wisman akan tiba di Batam menggunakan kapal Batam-Fast. Wisman akan menjalani tes PCR, dan menghabiskan waktu dengan mengunjungi tempat wisata yang ada kawasan yang sudah ditentukan.
Misalnya golf, visit Turi Beach, visit Nongsa Poin Marina, dinner, lunch, dan berbagai kegiatan lainnya.
”Mereka kembali ke negaranya 25 Februari. Jadi sekitar tiga hari di Batam. Informasi awal ada 40 wisman yang sudah booking untuk paket wisata travel bubble ini,” sebut Ardi.
Untuk mengecek kesiapan kedatangan wisman pertama ini, besok direncanakan Deputi Kemenparekraf kembali berkunjung melihat kesiapan PCR di Batam.
”Final check sebelum kedatangan. Karena tidak ingin adanya yang lost dan tidak siap menyambut kedatangan wisman pertama sejak dua tahun terakhir ini,” tutupnya.
Reporter: Yulitavia

