Rabu, 17 Juni 2026

Intelijen Kejaksaan Didorong Perkuat Pemetaan Potensi Pelanggaran Hukum

Berita Terkait

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batam, I Wayan Wiradarma,

batampos – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batam, I Wayan Wiradarma, meminta jajaran intelijen kejaksaan tidak hanya berhenti sebagai pengumpul informasi. Di tengah pesatnya dinamika kota Batam sebagai kawasan perbatasan yang menjadi gerbang investasi, perdagangan, serta lalu lintas manusia, intelijen dituntut menjadi “mata dan telinga” institusi yang proaktif membaca potensi persoalan hukum sejak dini.

Penekanan ini disampaikan Wayan saat melantik sejumlah pejabat struktural di Kejaksaan Negeri Batam, Senin, (8/6) di Aula Sasana R. Soeprapto.

Rotasi kali ini salah satunya menandai pergantian Kepala Seksi Intelijen dari Priandi Firdaus kepada Gustian Juanda Putra. Priandi sendiri mendapat promosi jabatan sebagai Kepala Seksi Penyidikan pada Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau.

Dalam sambutannya, Wayan menyampaikan bahwa jabatan adalah amanah yang harus dibuktikan dengan kerja nyata, integritas, dan profesionalisme. “Prestasi, integritas, loyalitas, dan profesionalisme harus berjalan beriringan,” ujarnya.

Wayan secara khusus menyoroti peran strategis intelijen di Batam. Menurutnya, Batam adalah salah satu daerah strategis nasional dengan kompleksitas masalah hukum yang tinggi. Sebagai wilayah perbatasan, Batam berhadapan dengan berbagai tantangan, mulai dari investasi, lalu lintas barang dan orang, hingga potensi tindak pidana lintas negara.

Oleh karena itu, fungsi intelijen tidak boleh sebatas pengumpulan data dan informasi. “Intelijen harus mampu bergerak lebih cepat dibanding perkembangan persoalan yang muncul di lapangan,” tegas Wayan.

Ia mendorong intelijen untuk melakukan pemetaan risiko, membaca dinamika sosial dan hukum, serta menyajikan laporan yang cepat, akurat, dan menjadi dasar pengambilan keputusan. “Intelijen harus kreatif, inovatif, dan responsif terhadap setiap perkembangan yang terjadi,” tambahnya.

Selain intelijen, Wayan juga menyinggung pentingnya disiplin pegawai. Kedisiplinan disebutnya sebagai fondasi utama dalam membangun organisasi yang kuat dan berprestasi. “Tidak boleh ada toleransi terhadap pelanggaran disiplin. Kinerja yang baik selalu diawali dari kedisiplinan,” katanya.

Ia mengajak seluruh jajaran untuk mempertahankan budaya kerja yang selama ini telah mengantarkan Kejari Batam meraih berbagai prestasi. Wayan juga mengingatkan agar pencapaian tersebut tidak membuat institusi berpuas diri, melainkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan penegakan hukum.

“Batam memiliki tantangan yang terus berkembang. Karena itu kita harus bekerja dengan ikhlas, menjaga integritas, dan memberikan yang terbaik bagi institusi maupun masyarakat,” kata Wayan

Sementara itu, Priandi Firdaus untuk penugasan barunya di Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau dalam sambutan perpisahannya menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja sama selama menjabat Kasi Intel. Ia juga memohon maaf atas kekhilafan selama bertugas.

Priandi berharap Kejari Batam terus berkembang dan mampu mempertahankan prestasinya.

“Ini bukan perpisahan, tetapi langkah untuk memperluas hubungan dan silaturahmi,” ujar Priandi.(*)

 

UPDATE