Minggu, 29 Maret 2026

Iring-Iringan Mobil Hias Dari Replika Masjid hingga Naga Hitam, Pawai Takbir Batam Memikat Warga

spot_img

Berita Terkait

spot_img

Batampos –  Malam takbiran di Dataran Engku Putri, Jumat (20/3/2026), menjelma menjadi panggung ekspresi kolektif warga. Deretan kendaraan hias bergerak perlahan menyusuri Jalan Engku Putri, membawa simbol-simbol religius dan kultural yang memadukan estetika dengan semangat keagamaan.

TAMPILAN mobil Dias dengan Alquran raksasa menjadi salah satu pemandangan dalam pawai takbir Idulfitri di Kota Batam, malam tadi. F Abdul Azis Maulana/Batam Pos

Replika masjid berdiri megah di atas bak truk, kapal-kapal mini melambangkan perjalanan spiritual, hingga figur naga hitam yang mencuri perhatian publik. Di sepanjang rute, warga tumpah ruah, menyaksikan iring-iringan sembari melantunkan takbir, tahmid, dan tahlil yang bersahutan, menciptakan lanskap bunyi yang khas pada malam menjelang Idulfitri.

Pawai takbir ini tidak sekadar menjadi perayaan visual. Ia merepresentasikan fase transisi—dari disiplin spiritual selama Ramadan menuju euforia kemenangan yang sarat makna sosial. Dalam konteks kota seperti Batam yang heterogen, momentum ini menjadi ruang perjumpaan berbagai elemen masyarakat dalam satu narasi kebersamaan.

BACA JUGA:
Honda Kepri Gelar “Lebaran Nusantara”, Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat

Wali Kota Batam Amsakar Achmad, yang hadir bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, menilai kreativitas peserta mencerminkan kohesi sosial yang terjaga. “Pawai takbir bukan sekadar tradisi, tetapi medium memperkuat ukhuwah dan meneguhkan identitas keislaman yang inklusif,” ujarnya.

Menurut Amsakar, tradisi kendaraan hias bernuansa Islami yang terus berkembang setiap tahun menunjukkan adanya dialektika antara budaya lokal dan nilai-nilai agama. Di tengah modernitas kota industri, pawai takbir menjadi penanda bahwa ruang spiritual tetap hidup dan dirawat bersama.

Koordinator kegiatan, Leo Putra, menyebutkan tahun ini diikuti 37 kendaraan utama dan sekitar 40 kendaraan penggembira dari berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah hingga komunitas masyarakat. Pemerintah menyiapkan total hadiah Rp36 juta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan kreativitas peserta.

Rute pawai dimulai dari Dataran Engku Putri, melintasi sejumlah simpul utama kota seperti Simpang Pollux, Simpang Kepri Mall, hingga Bundaran BP Batam, sebelum kembali ke titik awal. Jalur ini sekaligus merepresentasikan denyut pusat aktivitas urban Batam yang pada malam itu berubah menjadi ruang perayaan religius.

Di luar kemeriahan pawai, Pemerintah Kota Batam juga menyiapkan 1.020 titik pelaksanaan Salat Idulfitri yang tersebar di seluruh wilayah. Tiga lokasi utama untuk pelaksanaan tingkat kota yakni Dataran Engku Putri, Masjid Mahmud Riayat Syah, dan Masjid Baiturrahman.

Dengan skala partisipasi yang besar, malam takbiran di Batam tahun ini tidak hanya menegaskan tradisi, tetapi juga memperlihatkan bagaimana perayaan keagamaan bertransformasi menjadi ruang ekspresi sosial yang dinamis—mengikat warga dalam satu ritme: kemenangan, kebersamaan, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik pasca-Ramadan. (*)

UPDATE