
batampos – Kepemimpinan tidak selalu diukur dari lamanya waktu, tetapi dari jejak yang ditorehkan. Dalam masa tugasnya sebagai Komandan Lanud Hang Nadim sejak 20 Mei 2025, Letkol Pnb Hendro Sukamdani, M.Tr.Opsla mempersembahkan pengabdian yang tidak hanya menjaga langit Batam, tetapi juga mengakar di tanahnya melalui karya nyata, kolaborasi, dan pembangunan yang berdampak.
Sejak awal menjabat, Hendro Sukamdani meyakini bahwa TNI Angkatan Udara tidak hanya berperan sebagai kekuatan pertahanan udara, tetapi juga sebagai bagian dari denyut nadi pembangunan daerah. Batam dipandang bukan sekadar wilayah strategis, melainkan ruang hidup yang sarat nilai sejarah, budaya Melayu, dan semangat kemajuan.
“Pengabdian harus menghadirkan manfaat nyata. TNI AU harus hadir, dirasakan, dan memberi dampak,” ujarnya.
Di bawah kepemimpinannya, Lanud Hang Nadim berkembang tidak hanya sebagai basis pertahanan, tetapi juga sebagai simpul kolaborasi lintas sektor yang menghubungkan kepentingan nasional dan daerah.
Salah satu jejak yang kini berdiri adalah Monumen Ksatria Hang Nadim di Mako Lanud Hang Nadim. Sesuai dengan Sosok Pahlawan Nasional Laksamana Hang Nadim, monumen ini menjadi simbol nilai Keberanian, Kejuangan, Kecerdasan, dan kecintaan terhadap tanah air, sekaligus pengingat jati diri bagi prajurit udara dan masyarakat Batam.
Komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan penguatan identitas daerah diwujudkan melalui kegiatan penanaman pohon bersama pimpinan nasional dan daerah di kawasan Taman Raja Melayu. Kehadiran Menteri Pertahanan Republik Indonesia bersama Gubernur Kepulauan Riau, Wali Kota Batam, Wakil Panglima TNI, dan Panglima Komando Udara I menjadi simbol kuatnya sinergi lintas sektor dalam membangun Batam.
Taman Raja Melayu ditata ulang menjadi ruang publik yang lebih hidup dan representatif melalui pengembangan landscape, pemasangan air mancur, serta instalasi pencahayaan, dan menjadikannya salah satu ikon kebanggaan keluarga besar Lanud Hang Nadim.
Dalam momentum Hari Jadi Batam ke-196, Lanud Hang Nadim turut berperan aktif dengan menghadirkan kekuatan TNI AU di tengah masyarakat. Kehadiran pesawat tempur F-16 Fighting Falcon, atraksi paramotor, serta berbagai kegiatan dirgantara di Lapangan Engku Putri dan kawasan Pantai Nuvasa tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana edukasi yang dapat mempererat hubungan TNI AU dan masyarakat.

Capaian yang paling bermakna adalah penyelesaian Masjid Bintang Amin Angkasa, yang sudah dibangun sejak 30 Agustus 2020 oleh Komandan Lanud Hang Nadim Pertama dan diteruskan oleh para Komandan Lanud selanjutnya.
Sebagai Komandan Lanud Hang Nadim ke-5, Hendro Sukamdani berkolaborasi dengn berbagai pihak dan memimpin langsung percepatan penyelesaian Masjid Bintang Amin Angkasa hingga akhirnya Masjid tersebut dapat selesai dan diresmikan oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia pada Tanggal 17 Maret 2026.
Peresmian Masjid tersebut menjadi penegasan bahwa kekuatan pertahanan tidak hanya bertumpu pada alutsista, tetapi juga pada kekuatan karakter manusia. Masjid ini diharapkan menjadi pusat pembinaan mental dan spiritual bagi prajurit dan masyarakat.
Menjelang akhir masa tugasnya di Batam, Hendro Sukamdani menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan hasil gotong royong berbagai pihak, baik instansi pemerintah, swasta, dan seluruh elemen masyarakat, serta kerja keras seluruh prajurit Lanud Hang Nadim.
“Ini bukan kerja satu orang. Ini kerja bersama pemerintah daerah, Forkopimda, rekan kerja, dan masyarakat Batam,” ungkapnya.
Ia pun meninggalkan Batam dengan rasa bangga dan harapan besar. “Apa yang telah kita bangun bersama bukanlah akhir, melainkan fondasi yang kuat untuk langkah Batam yang lebih maju ke depan.”
Dengan pendekatan yang membumi, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak, kepemimpinan Hendro Sukamdani meninggalkan sebuah legacy: yaitu pengabdian terbaik bukan hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga menumbuhkan harapan dan kemajuan bagi tanah yang dijaga.
“Takkan Hilang Melayu di Bumi, Takkan Padam Semangat Mengabdi untuk Negeri. (*)



