Senin, 20 April 2026

Jelang Akhir Tahun, Sejumlah Harga Bahan Pokok Naik

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pembeli memilih cabai merah di pasar malam Bengkong Sadai, Kamis (9/12). Terkendalanya distribusi cabai jadi penyebab mahalnya komoditas tersebut. F.oto: Iman Wachyudi/Batam Pos

batampos – Menjelang pergantian tahun, harga bahan pokok di sejumlah daerah mengalami kenaikan harga. Salah satunya telur ayam ras yang mengalami kenaikan harga cukup signifikan.

Di Pasar Dreamland misalnya, harga telur ayam ras yang biasa dijual Rp 45 ribu per papan naik jadi Rp 54 ribu per papan. Bahkan, saat ini per butirnya telur ayam ras tersebut dijual seharga Rp 1.900.

Salah seorang pedagang telur ayam di sana, Awi mengatakan, kenaikan harga telur ayam terjadi sejak menjelang natal dan tahun baru. “Ya, saat ini modalnya naik, tentu kita harus menyesuaikan agar tak rugi,” ujar Awi, Senin (27/12).

Meski mengalami kenaikan, ia mengaku dagangannya tak kehilangan pembeli. “Yang beli tetap ada, gak ada perubahan. Cuma banyak yang ngeluh memang bener, banyak yang tanya kenapa harga telurnya terus naik, tapi tetap beli,” ucapnya.

Selain di Pasar Dreamland, harga telur juga dipantau naik di Pasar Fanindo Batuaji. Telur yang biasa dijual Rp 45 ribu per papan naik menjadi Rp 52 ribu per papan. Kenaikan ini juga sudah terjadi semenjak Natal dan tahun baru 2022.

“Belum lagi tahun baru udah naik semuanya. Ini saya beli satu papan Rp 52 ribu. Kalau beli per biji jadi lebih mahal lagi,” ujar Yeli, salah satu pembeli.

Setali tiga uang, harga daging ayam ras juga tak kalah menjulang. Kini bahkan menembus harga Rp 38 ribu per kilogram. Begitu juga harga cabai rawit setan dijual Rp 100 ribu per kg. Padahal normalnya Rp 55 ribu per kg. Daging sapi segar saat ini dijual Rp 150 ribu per kg. Cabai merah Rp 52 ribu per kg.

Anton pedagang Cabai di Pasar Sei Harapan mengatakan, kenaikan harga pokok ini dirasakan sejak sepekan yang lalu. Berkurangnya pasokan bahan pokok jadi alasan kenaikan harga tersebut.

“Harga pokoknya saja sudah naik, mau tak mau kami pedagang juga menyesuaikan. Tapi mungkin juga kita jual rugi,” ujarnya. (*)

Reporter : Rengga Yuliandra

 

UPDATE