
batampos – Penantian panjang pelaku wisata di Batam, khususnya di kawasan Nongsa Sensation, terhadap kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) akan segera menjadi kenyataan. Wisman perdana asal Singapura dijadwalkan tiba di Batam 18 Februari ini.
Kepastian itu disampaikan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, usai bertemu dengan pihak Nongsa Sensation tadi malam. Rudi pun meminta pelaku wisata di Nongsa Sensation bersiap menyambut kedatangan wisman dari Singapura, Jumat (18/2) mendatang.
Kedatangan wisman ini merupakan bentuk realisasi pelaksanaan travel bubble yang sudah disepakati antara Singapura dan Indonesia beberapa waktu lalu.
“Alhamdulillah, setelah sempat tidak ada kepastian dari travel bubble, akhirnya ada kapal pertama yang akan masuk nanti ke Batam,” kata Rudi, saat menghadiri Musrenbang di kawasan Mall Trade Centre (MTC) Nongsa, Minggu (13/2) malam.
Pelonggaran aturan dari pemerintah Singapura menjadi faktor travel bubble bisa direalisasikan. Selama ini, penundaan travel bubble ini disebabkan karena pengetatan aturan yang dilakukan Pemerintah Singapura yang masih memberlakukan karantina selama tujuh hari.
“Aturan tidak bisa berat sebelah. Kalau kedua negara sepakat untuk merealisasikan, maka harus ada aturan yang dilonggarkan untuk mendukung travel bubble ini,” ujarnya.
Ia meminta pengawasan dan pemeriksaan kepada wisman yang tiba di Batam nanti harus diawasi dengan baik. Pemeriksaan akan dilakukan KKP di pintu kedatangan.
“Tolong dipantau kedatangan wisman ini. Kapus (kepala puskesmas) tinjau ke sana untuk pengawasan. Jaga betul jangan sampai ada yang lepas atau lolos dari pemeriksaan,” jelasnya.
Dinas kesehatan juga diminta turun ke lapangan dan mengecek persiapan kedatangan wisman pertama ini. Jika memang rencana ini bisa terealisasi dengan baik, tentu hal ini merupakan langkah awal kebangkitan sektor wisata.
Sejak Covid-19 memasuki Batam, sektor pariwisata merupakan paling banyak terdampak. Hotel tutup karena tidak bisa menanggung biaya operasional karena tidaknya adanya tamu, yang mayoritas berasal dari wisman selama ini.
“Masuknya wisman akan kembali membuat pariwisata hidup. Untuk itu perlu saya ingatkan tolong protokol kesehatan ini dijaga betul. Kalau cepat berlalu, maka recovery juga bisa berlangsung cepat,” tutupnya.
Di tempat yang sama, Ketua Nongsa Sensation Andy Fong membenarkan wisman Singapura perdana akan masuk pada 18 Februari 2022.
“Iya, pelayaran perdana 18 Februari menggunakan kapal BatamFast. Berangkat dari Singapura pukul 15.00 dan tiba di pelabuhan Feri Nongsa Pura sekira pukul 14.40 WIB,” ujar Andy.
Pada pelayaran perdana dari Pelabuhan Tanah Merah Singapura ke Nongsa dijadwalkan sebanyak 120 orang wisman.
“Namun berapa hari mereka di Nongsa Sensation, kami belum tahu. Namun mereka boleh stay selama dua pekan,” ujarnya.
Setelah pelayaran perdana itu, nanti akan ada satu pelayaran rutin setiap hari. Namun, jika permintaan tinggi, makan tidak menutup kemungkinan pelayaran ditambah. “Tergantung permintaan,” ujar Andy.
Ia juga memastikan semua protokol kesehatan akan dijalankan dengan baik. Pihak Nongsa Sensation mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan wisman.
“Nongsa Sensation sangat siap menerima wisman,” ujar Andy. (*)
Reporter : YULITAVIA/FISKA JUANDA

