
batampos – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat, di awal tahun 2022 terjadi inflasi sebesar 0,74 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,02.
Kepala BPS Kota Batam Rahmad Iswanto menjelaskan penyebab utama inflasi di Batam pada Januari 2022 ialah adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas, yakni telur ayam ras, daging ayam ras, kangkung, cabai dan bayam.
“Komoditas yang dominan memberikan andil sumbangan inflasi, yaitu telur ayam ras sebesar 0,1072 persen, daging ayam ras sebesar 0,0744 persen, kangkung sebesar 0,0699 persen, cabai rawit sebesar 0,0410 persen dan bayam sebesar 0,0381 persen,” ujarnya Minggu (6/2).
Menurutnya, dari 370 komoditas yang menyusun inflasi Kota Batam, 138 komoditas mengalami kenaikan harga dan 40 komoditas mengalami penurunan harga.
Inflasi di bulan Januari 2022 terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks tujuh kelompok pengeluaran, yaitu kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran naik sebesar 1,95 persen.
Kelompok makanan, minuman dan tembakau naik sebesar 1,6 persen kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik sebesar 1,05 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik sebesar 0,73 persen, kelompok pakaian dan alas kaki naik sebesar 0,63 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan naik sebesar 0,41 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik sebesar 0,16 persen.
Adapun kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, yaitu kelompok transportasi turun sebesar 0,86 persen dan kelompok kesehatan turun sebesar 0,10 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang tidak berubah yaitu kelompok pendidikan serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya (relatif stabil).
Dari 24 kota IHK di Sumatera, tercatat semua kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga sebesar 1,53 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Bandar Lampung dan Kota Tanjungpinang sebesar 0,38 persen.
Kota Batam dan Kota Tanjungpinang masing-masing menduduki peringkat ke-17 dan ke-24 dari 24 kota yang mengalami inflasi di Sumatera.
Selanjutnya bila dilihat dari 90 kota IHK, tercatat 85 kota mengalami inflasi dan 5 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga sebesar 1,53 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Manokwari sebesar 0,02 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Kotamobagu sebesar 0,66 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Jayapura sebesar 0,04 persen. Kota Batam dan Kota Tanjungpinang masing-masing menduduki peringkat ke-38 dan ke-76 dari 85 kota yang mengalami inflasi se-Indonesia. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra



