
batampos.co.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam menjamin harga cabai merah keriting akan berangsur turun.
Awal bulan Desember, harga cabai diusahakan berada di angka Rp 30 ribu per kilogram, dari yang saat ini mencapai Rp 60 ribu.
Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, tak menampik ada kenaikan harga cabai di pasaran Batam. Saat ini, ia tengah melakukan beberapa upaya agar harga cabai bisa segera turun dan masyarakat bisa tenang.
”Salah satunya mendatangi kawasan pertanian cabai langsung di kawasan Deli Serdang, Sumatra Utara,” ujar Gustian kepada Batam Pos, kemarin.
Karena Batam bukan daerah penghasil, maka ia bersama timnya langsung mengunjungi daerah penghasil untuk memastikan harga dan ketersediaan cabai.
Di sana, ia mendapati harga cabai di bawah Rp 15 ribu per kg.
”Di sini pertaniaan organik dengan luas lahan 42 ribu hektare. Salah satu penghasil cabai terbesar di Indonesia juga. Di sini harga masih Rp 15 ribu, tapi itu belum termasuk biaya ekspedisi (pengiriman) dan lainnya,” terang Gustian.
Untuk memastikan ketersediaan cabai dengan harga murah ke Batam, Disperindag telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Sumatra utara dan Bank Indonesia (BI). Kerja sama itu dipastikan memberi dampak cukup baik soal harga dan ketersediaan cabai di Batam.
”Kerja sama dengan TPID setempat, dari pertaniannya langsung juga siap menyediakan dengan luas lahan 42 ribu hek-cabai sesuai permintaan di Batam,” ujarnya.
Tak hanya memastikan ketersediaan cabai, Gustian juga telah meminta pihak ekspedisi di Medan agar memberi harga murah untuk biaya pengiriman. Serta, tak membatasi jumlah pengiriman ke Batam.
”Mereka menyanggupi dan akan memberi harga murah,” imbuh Gustian.
Ia yakin, kerja sama dan koordinasi dengan pihak ekspedisi bisa menurunkan harga cabai di Batam. Menurutnya, harga cabai bisa berada di kisaran harga Rp 30 ribu per kg.
”Awal bulan Desember, harga cabai bisa Rp 30 ribu, karena di Deli Serdang cuma Rp 15 ribu,” ujarnya.
Selain itu, ia juga membuka kesempatan bagi pengusaha-pengusaha lain untuk menjadi distributor cabai. Sehingga, harga tak dimonopoli oleh beberapa distributor saja.
”Jadi, memang selama ini distributor cabai hanya tiga saja. Kami membuka kesempatan untuk pengusaha lain menjadi distributor,” pungkasnya.
Reporter: Yashinta

