Minggu, 26 April 2026

Kasus Covid-19 di Kepri 1.684 orang, Paling Banyak di Batam

Berita Terkait

Ilustrasi. Dua petugas medis dari BTKLPP Kelas I Batam Kementerian Republik Indonesia di Sagulung, Ami Azura dan Maharani Chalsealyn berada di mobil untuk melakukan pemeriksaan sampel covid-19 dengan TCM mastermix dan Ekstraksi di mobil laboratorium bergerak survailans di Sagulung. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Tiga minggu sejak peningkatan kasus Covid-19. Saat ini kasus aktif Covid-19 Kepri tembus 1.684 orang, dengan positif rate 5,04 persen.

Angka ini sudah di atas ambang batas minimal 5 persen, yang ditentukan oleh World Health Organization (WHO) atau badan kesehatan dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Mohammad Bisri, mengatakan, peningkatan kasus ini, dibarengi dengan tracing yang masif.

”Jadi ada kasus baru ditemukan, kami tracing siapa saja kontak dengan dia. Akhirnya kami menemukan, orang-orang lain yang terpapar. Tracing-nya, kami tingkatkan,” kata Bisri.

Ia mengatakan, satu pasien itu minimal tracing-nya 20 orang. Namun, lebih sering lebih dari 20 orang, petugas kesehatan melakukan tracing.

”Pengalaman dari kasus Covid-19 gelombang kedua, kami berusaha meningkatkan tracing. Supaya menemukan siapa-siapa yang terpapar dan tidak menularkan ke orang lain,” ujarnya.

Terkait tracing dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi maupun Kota atau Kabupaten, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kepri, dr Rusdani, menilai sudah sangat bagus.

”Minimalnya itu 20 orang, namun saat ini petugas kesehatan melakukan tracing terhadap 30 orang,” ucapnya.

Bahkan petugas kesehatan, menyambangi langsung lokasi-lokasi orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19.

Ia mencontohkan ada temuan kasus pekerja di perusahaan, petugas kesehatan menyambangi perusahaan itu untuk melakukan tracing massal.

”Sudah sangat bagus,” ujarnya.

Namun, yang kurang adalah kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Ia melihat banyak masyarakat yang kurang patuh, akan protokol kesehatan.

Sering dijumpai orang-orang yang tak lagi memakai masker. Sehingga hal ini menjadi penyebab penyebaran kasus Covid-19 menjadi masif.

”Pesan saya cuma satu, terapkan lagi protkes ketat. Pakai masker dan cuci tangan sesering mungkin itu adalah hal yang wajib,” ucpnya.

Pasien positif Covid-19 ada yang menjalani isolasi mandiri, namun ada juga yang di tempat isolasi terpadu atau rumah sakit.

Di Batam tempat isolasi terpadu dipusatkan di Asrama Haji Batamcenter, yang telah dihuni sebanyak 413 pasien Covid-19.

Sedangkan yang menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak 338 orang, kebanyakan di RSKI Galang, RS Bhayangkara Polda Kepri, RS Awal Bros, RSBP dan RS Elisabeth.

Masyarakat yang memilih isolasi mandiri sebanyak 353 orang. Sedangkan, di Tanjungpinang pasien Covid-19 kebanyakan memilih isolasi mandiri, ada sebanyak 233 orang.

Selebihnya dirawat di isolasi mess pemda, isolasi terpadu rumah singgah, RSUD Raja Ahmad Tabib, RSUD Tanjungpinang dan RSU AL dr Midiyato Suratani.

Sama halnya dengan Tanjungpinang, masyarakat Karimun kebanyakan memilih isolasi mandiri di rumah, ada 75 orang.

Sisanya 26 orang memilih menjalani isolasi di rumah sakit atau fasilitas isolasi terpadu. Di Bintan 113 orang isolasi mandiri, dan 4 orang isolasi di rumah sakit. Di Natuna 16 orang isolasi mandiri, 14 orang isolasi terpadu dan 2 orang isolasi di RSUD Natuna.

Reporter: Fiska Juanda

UPDATE