Sabtu, 2 Mei 2026

Kasus Kematian Akibat Covid-19 Bertambah, Warga Diminta Tingkatkan Protkes

Berita Terkait

Ilustrasi. Stop Covid-19. Foto: Pixabay.com

batampos – Sejak gelombang ke 3 Covid-19 dimulai awal Februari, tercatat ada 4 kasus kematian baru. Dua kasus ada di Batam, dua kasus ada di Tanjunpinang. Namun 4 orang warga Kepri yang meninggal ini, baru diketahui mengidap Covid-19 saat mengeluhkan sakit bawaan yang dideritanya.

“Dominannya lansia, jadi begini mereka ini datang ke rumah sakit bukan akibat gejala Covid-19. Lebih disebabkan, datang ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan akibat kormobid dideritanya. Saat dilakukan prosedur dengan pengambilan sampel swab, yang bersangkutan diketahui juga positif Covid,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, M Bisri, Selasa (15/2).

Bisri meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan peningkatan kasus Covid-19 maupun kematian akibat virus ini. Ia mengatakan tenaga kesehatan dengan sigap dengan menerapkan berbagai protokol kesehatan. Hal ini demi memaksimalkan perawatan masyarakat yang terpapar Covid-19.

Saat tenaga kesehatan bekerja keras menghadapi gelombang ketiga ini. Masyarakat diharapkan dapat meningkatkan protokol kesehatan. Agar dapat meminimalisir penyebaran Covid-19.

“Peningkatan kasus ini, salah satunya disebabkan varian omicron. Tapi, penularan ini disebabkan longgarnya penerapan protkes. Ayo kembali tingkatkan protkes, supaya memutus mata rantai penyebaran virus ini,” tuturnya.

Dari prediksi Kementerian Kesehatan, varian omicron ini nantinya akan mendominasi di Indonesia, termasuk Kepri. “Penyebarannya luar biasa, tapi tingkat keparahannya minim. Masyarakat yang terpapar omicron, kebanyakan menunjukan tanpa gejala dan gejala ringan,” ucapnya.

Bisri mengatakan demi memaksimalkan penanganan dan penurunan kasus, Dinas Kesehatan Provinsi Kepri telah meminta seluruh dinas kesehatan yang ada di kota dan kabupaten untuk melakukan tracing yang masif. Bisri mengatakan saat ini target tracing adalah orang-orang yang memiliki kontak dengan pasien positif Covid-19.

“Siapapun yang kontak, wajib menjalani tracing,” ujarnya.

Khusus untuk Batam, masuk dalam kategori A. Tracing yang dilakukan harus menggunakan PCR. Sedangkan daerah lain masih bisa menggunakan antigen.

“Sesuai arahan Kemenkes, Batam itu masuk kategori A. Sehingga tracingnya menggunakan PCR,” ucapnya.

Akibat hal ini, stok reagen di Batam mulai menipis. Bisri mengatakan sudah berkoordinasi, agar ada penambahan reagen.

“Selain itu dari BTKLPP juga bisa meminta langsung ke Kemenkes, untuk penambahan reagen,” tuturnya. (*)

Reporter : FISKA JUANDA

UPDATE