
batampos – Kejaksaan Negeri Batam kembali mencatat prestasi di tingkat nasional setelah meraih penghargaan sebagai Kejaksaan Negeri Tipe A Terbaik Kedua dalam Anugerah Komisi Kejaksaan Republik Indonesia 2026.
Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan Anugerah Komisi Kejaksaan Republik Indonesia Nomor B-9/ANUGERAH/KK/05/2026 yang diselenggarakan Komisi Kejaksaan Republik Indonesia bekerja sama dengan Persatuan Jaksa Indonesia.
Penghargaan diterima langsung Kepala Kejaksaan Negeri Batam, I Wayan Wiradarma, dalam seremoni yang digelar di Kejaksaan Tinggi Lampung.
I Wayan mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran Kejari Batam dalam menjaga profesionalisme dan meningkatkan kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga integritas, profesionalisme, dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata I Wayan, Senin, (25/5).
Menurut dia, penghargaan tersebut bukan menjadi akhir dari proses pembenahan institusi, melainkan dorongan untuk memperkuat kinerja dan menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum.
“Ini menjadi semangat bagi kami agar terus memberikan kinerja terbaik dan menjaga kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Batam, Priandi Firdaus, menjelaskan penghargaan itu diraih melalui proses penilaian dengan sejumlah indikator yang ketat.
Aspek penilaian meliputi tingkat penyerapan anggaran, capaian penerimaan negara bukan pajak (PNBP), penanganan perkara, hingga prestasi dan penghargaan yang diraih di tingkat nasional maupun internasional.
Menurut Priandi, penghargaan tersebut menjadi indikator bahwa seluruh bidang di Kejari Batam mampu bekerja secara optimal dalam menjalankan fungsi penegakan hukum dan pelayanan publik.
Ia menegaskan, Kejari Batam akan terus meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat di Kota Batam.
“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa seluruh bidang di Kejari Batam bekerja maksimal dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Priandi. (*)



