
batampos – Masyarakat Kepri tak perlu terlalu khawatir dengan munculnya varian baru Covid-19, baik itu Omicron maupun yang terbaru Florona. Sebab, hasil survei herd immunity (kekebalan komunal) mendekati 90 persen (89 persen). Artinya, masyarakat Kepri makin kebal dari potensi infeksi Covid-19 dan varian barunya.
“Iya, dari 500 sampel yang diambil dari seluruh kota dan kabupaten di Kepri di Desember 2021, herd immunity Kepri mencapai 89 persen,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Mochammad Bisri, Selasa (4/1).
Capaian ini melebihi batas ketentuan pemerintah yang mensyaratkan minimal 70 persen, sedangkan Kepri sudah mencapai 89 persen. Menariknya, herd immunity tertinggi di Kota Tanjungpinang, yakni 94 persen. Disusul Kota Batam 90 persen.
“Tapi hampir semua daerah di Kepri diatas ketentuan yang ditetapkan pemerintah pusat,” ujar Bisri.
Bisri membenarkan, dengan herd immunity 89 persen, membuat tingkat penularan Covid-19 di Kepri menjadi rendah. Sebab, masyarakat rata-rata memiliki imun yang baik.
Herd immunity yang baik ini, membuat temuan kasus positif baru tidak ada satupun menunjukan gejala sedang dan berat. Rata-rata, kasus positif baru tidak menujukan gejala sama sekali.
“Jika ada, cuman ringan saja. Namun kebanyakan tanpa gejala,” tutur Bisri.
Ia memaparkan, ada beberapa hal membuat herd immunity di Kepri tinggi. Salah satu faktornya adalah tingkat vaksinasi yang tinggi dan menggunakan berbagai jenis vaksin.
Lalu, kemudian penyintas-penyintas Covid-19, hampir semuanya telah divaksin. “Para penyintas ini imunitas menjadi up, begitu mendapatkan vaksin setelah tiga bulan dinyatakan sembuh,” ujarnya.
Walaupun antibodi masyarakat Kepri tinggi, Bisri meminta agar tidak abai akan protokol kesehatan. Ia mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan protokol kesehatan, agar dapat terhindari dari Covid-19.
“Saat ini ada varian omicron yang sudah ada di Indonesia, walaupun tingkat fatalitasnya tinggi, tapi penularannya sangat tinggi, masyarakat wajib tingkatkan protkes,” pintanya. (*)
Reporter: FISKA JUANDA

