
batampos – Polsek Batuaji kembali membuka penyelidikan terkait kematian seorang wanita muda berinisial JPB, 21, yang tewas usai melahirkan di kamar kosnya di Perumahan Pendawa Asri. Langkah lanjutan dilakukan dengan ekshumasi atau pembongkaran makam guna memastikan penyebab pasti kematian korban.
Kapolsek Batuaji, AKP Bayu Rizki Subagyo, mengatakan ekshumasi dilakukan atas permintaan pihak keluarga korban yang sebelumnya sempat menolak proses autopsi.
“Awalnya keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi. Namun saat ini mereka mengajukan permintaan ekshumasi untuk mengetahui penyebab pasti kematian,” ujar Bayu, Kamis (23/4).
Baca Juga: Warga Tanjung Banon Rasakan Manfaat Pemasangan Filter Air
Menurutnya, langkah tersebut bertujuan mendapatkan kepastian medis, termasuk mengungkap identitas ayah biologis bayi yang dilahirkan korban.
“Keluarga ingin mendapatkan hasil medis yang jelas, termasuk salah satunya untuk mengetahui siapa ayah dari bayi tersebut,” jelasnya.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. JPB pertama kali ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kamar mandi oleh kekasihnya yang berinisial FJ.
Baca Juga: Warga Mengeluh, Jalan Tanjung Riau-Marina Banyak Lubang dan Minim Penerangan
“Pemeriksaan awal tidak menemukan adanya tanda kekerasan. Namun untuk memastikan penyebab kematian, kami masih menunggu hasil pemeriksaan forensik,” ungkapnya.
Sebelumnya, peristiwa ini sempat menghebohkan warga sekitar. Korban diketahui menutupi kehamilannya. Bahkan, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat melahirkan seorang bayi laki-laki yang kemudian disimpan di dalam lemari di kamar kosnya.(*)

