Kamis, 23 April 2026

Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh, Peti Kemas Naik 12% di Awal 2026

Berita Terkait

Deretan STS Crane berdiri kokoh di Pelabuhan Batu Ampar, bekerja tanpa henti mempercepat proses bongkar muat kargo. Alat ini menjadi kunci meningkatnya produktivitas, memangkas waktu sandar kapal, serta memperkuat peran Pelabuhan Batu Ampar sebagai gerbang logistik utama Batam di jalur perdagangan internasional. F. BACT untuk Batam Pos

batampos – Badan Pengusahaan Batam melalui Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan mencatat kinerja operasional positif sepanjang Triwulan I 2026. Peningkatan terjadi di berbagai indikator, mulai dari arus peti kemas, general cargo, hingga mobilitas penumpang.

Berdasarkan data resmi, volume bongkar muat peti kemas mencapai 187 ribu TEUs pada Triwulan I 2026, meningkat 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 166 ribu TEUs.

Sebagian besar throughput ditopang oleh aktivitas di Terminal Peti Kemas Batu Ampar yang menyumbang 128.556 TEUs atau tumbuh 22 persen secara tahunan.

Dari sisi perdagangan, aktivitas ekspor dan impor masih mendominasi dengan porsi 74 persen dari total arus peti kemas di pelabuhan Batam.

Kinerja logistik turut diperkuat oleh aktivitas bongkar muat general cargo yang mencapai 2,9 juta ton, naik 8 persen dibandingkan 2,6 juta ton pada periode yang sama tahun lalu.

Kontributor terbesar berasal dari Terminal Curah Cair Kabil dengan volume 1,09 juta ton dan pertumbuhan signifikan sebesar 21 persen.

Dari sisi trafik kapal, tercatat sebanyak 27.170 kunjungan (call), meningkat 4 persen dibandingkan Triwulan I 2025 yang mencapai 26.138 call.

Tidak hanya jumlah, ukuran kapal yang bersandar juga meningkat. Total Gross Tonnage (GT) mencapai 19,6 juta GT atau naik 15 persen dari sebelumnya 16,9 juta GT. Hal ini menunjukkan meningkatnya aktivitas kapal berkapasitas besar di perairan Batam.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menilai capaian ini sebagai bukti semakin kuatnya peran Batam sebagai simpul logistik strategis di kawasan.

“Pertumbuhan sektor logistik ini menunjukkan Batam semakin dipercaya sebagai hub konektivitas regional. Kami akan terus memperkuat ekosistem kepelabuhanan yang terintegrasi,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Selain logistik, sektor layanan penumpang juga mencatatkan kinerja impresif. Sepanjang Triwulan I 2026, jumlah penumpang ferry domestik dan internasional mencapai 2.507.630 orang, meningkat 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Rute internasional masih mendominasi dengan 1.316.495 penumpang atau tumbuh 11 persen, terutama menuju Singapura dan Malaysia. Sementara itu, penumpang domestik meningkat lebih tinggi, yakni 20 persen menjadi 1.191.135 orang.

Dua terminal tersibuk adalah Terminal Ferry Internasional Batam Centre dan Terminal Ferry Telaga Punggur.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan bahwa peningkatan kinerja harus diimbangi dengan kualitas layanan yang adaptif, seiring perluasan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam melalui regulasi terbaru.

Sementara itu, Anggota Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menyatakan pihaknya akan terus memperkuat koordinasi lintas pemangku kepentingan serta mendorong digitalisasi layanan.

“Pembenahan e-ticketing dan integrasi sistem antar terminal menjadi prioritas, agar layanan semakin cepat, mudah, dan terintegrasi,” ujarnya.

Secara keseluruhan, capaian ini mempertegas posisi Batam sebagai salah satu pusat logistik strategis di Indonesia bagian barat. Dengan tren pertumbuhan yang konsisten, Batam dinilai semakin siap bersaing sebagai hub konektivitas regional di kawasan Asia Tenggara. (*)

UPDATE