
batampos – Warga Tanjunguncang mengeluhkan banyaknya pengendara yang melawan arus dari arah pasar Fanindo menuju Tanjunguncang.
Salah seoranng pedagang di sekitar lokasi, Santi, mengatakan, di area tersebut bahkan kerap terjadi kecelakaan lalu lintas.
“Sudah banyak makan korban jiwa di Jalan Brigjen Katamso ini,” ujarnya.
Rizal warga sekitar juga mengatakan, hal yang sama. Ia mengaku hampir mengalami kecelakaan lalu lintas ketika melintas di ruas jalan tersebut.
“Sudah ada juga makan korban jiwa sampai meninggal di tempat. Saya juga pernah hampir ditabrak ibu-ibu dari arah pasar Fanindo yang melawan arus,” tuturnya.
Ketua Lembaga Adat Melayu Batuaji, Datuk Idham Azis, juga mengeluhkan hal tersebut.
Kata dia, para pengendara kerap melawan arus lalu lintas dari jalan depan Perumahan Taman Pesona Indah (TPI) dan juga arah pasar Fanindo menuju Masjid Sultan ke Tanjunguncang.
“Pengendara sering melawan arus dari pasar Fanindo menuju Tanjunguncang. Pengendara tidak mau memutar balik karena jaraknya yang cukup jauh,” katanya.
Ia berharap ruas jalan tersebut harus ditutup dengan pembatas jalan. Karena sangat membahayakan pengendara.
“Paling banyak jadi korban kecelakaan ibu-ibu yang mengendarai sepeda motor. Mereka biasanya datang dari arah Pasar Fanindo menuju Tanjunguncang,” jelasnya.
Ketua RW 09 TPI, Gani, mengatakan, ia sudah lama mengusulkan penutupan jalan tersebut. Tapi sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari dinas terkait.
“Sudah dicek juga oleh dinas perhubungan Kota Batam. Tetapi sampai sekarang tidak ada kelanjutannya,” katanya.
Jalur ini kata dia, sangat ramai saat pagi dan sore hari.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Salim, mengatakan, pihaknya, akan turun ke lapangan. Menurutnya, ruas jalan tersebut merupakan jalan nasional.
“Jadi harus lewat PUPR Provinsi. Jadi bila ditutup ya akan kita tutup. Jadi saat ini komisi tiga akan fasilitasi ke Dishub Provinsi dan PUPR Provinsi,” kata Salim.
Reporter: Dalil Harahap

