Sabtu, 29 Januari 2022

Lapor Pak Wali!, Harga Telur masih Tinggi

- Iklan -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Berita Terkait

spot_img
spot_img
- Iklan -spot_img
Telur 2 F Cecep Mulyana
Pedagang telur di Batam. F.Cecep Mulyana

batampos– Warga Kota Batam mulai panik dengan harga telur ayam buras yang masih tinggi, bahkan cenderung naik. Banyak dari pedagang makanan, yang akhirnya mengurangi porsi telur karena tak ingin menaikkan harga makanan.

Marwa warga Nongsa mengeluhkan harga telur ayam buras yang masih tinggi. Dengan berat hati, ia mengeluarkan uang Rp 62 ribu untuk satu papan telur ayam buras.
“Harga telur tinggi banget, tadi belanja ke pasar Botania Rp 62 ribu perpapan. Kalau harga normal bisa dapat 2 papan itu,” ujar wanita berusia 30 tahun ini, Rabu (12/1).
Ia terpaksa membeli telur meski dengan harga tinggi. Sebab, sehari-hari anaknya hanya mau makan pakai telur.  “Anak tak mau makan kalau tak ada telur, makanya terpaksa beli, walau harganya selangit,” terangnya.
Hal yang sama dirasakan Atik, pedagang makanan yang memang terpaksa tak mengurangi porsi telur untuk sarapan yang ia jual. Ia pun menganti telur telur dengan gorengan.
“Biasanya saya kasih telur, tapi ini harga telur lagi mahal. Jadi saya ganti gorengan. Ada juga yang minta telur, cuma harganya beda 3 ribu,” ujarnya.
Menurut dia, saat ini satu butir telur dijual Rp 2000. Padahal biasanya harga segitu untuk telur yang sudah mateng. Namun karena harga naik, ia pun tak memakai telur untuk porsi sarapan biasa.
“seporsi Rp 12 ribu, harga telur naik, saya ganti gorengan. Kalau ada yang tetap minta pakai telur, harganya Rp 14 ribu,” imbuh Atik.
Sementara, Kadisperindag Kota Batam Gustian tak menapik jika harga telur di Batam masih tinggi. Namun, dibanding akhir tahun, harga telur tersebut sudah berangsur turun.
 “Memang ada yang tinggi, cuma sudah turun dari harga beberapa waktu lalu,” jelasnya.
Menurut dia, yang menjadi penyebab tingginya harga telur masih dikarenakan musim penghujan di daerah penghasil, sehingga produksi telur pun berkurang. Ditambah biaya transportasi atau pengiriman yang juga tinggi.
“Karena memang faktor cuaca. Tapi yang mahal Itu telur dari Batam, dari Medan lebih murah,” terangnya.
Meski harga telur tinggi dan produksi telur berkurang, ia memastikan stok telur di Batam aman. Bahkan, ia menjamin, akhir januari atau awal Februari, harga telur sudah mulai turun.
“Karena memang ada kerjasama dengan pemerintag Simalungun, soal telur dan cabai. Maka insyallah harga telur akan berangsur turun,” pungkasnya. (*)
Reporter : Yashinta
spot_img

Update