
batampos.co.id – Petugas medis yang menangani kesehatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di lokasi karantina Rusunawa Badan Pengusahaan (BP) dan Pemko Batam di Tanjunguncang kembali mengevakuasi lima orang PMI ke Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI), Minggu (14/11) siang. Lima PMI ini terkonformasi positif pada saat pemeriksaan swab kedua.
Sementara PMI yang masih menjalani karantina sebanyak 391 orang. Jumlah ini masih stabil dengan pekan-pekan sebelumnya sebab angka kepulangan PMI ke tanah air melalui Batam masih cukup tinggi menjelang akhir tahun ini.
“Yang sudah dinyatakan bebas dari Covid-19 dan diperbolehkan pulang (ke daerah asal) juga cukup banyak, cuman karena yang baru tiba juga banyak jadi jumlahnya masih diatas orang hari ini,” ujar dr Anggitha, petugas medis yang menangani kesehatan para PMI di Rusunawa.
Seperti diketahui, PMI yang kembali ke tanah air jadi fokus perhatian gugus tugas penanaman Covid-19 agar tidak menjadi cluster terbaru di tanah air. Mereka harus menjalani karantina selama delapan hingga 14 hari untuk memastikan apakah bebas dari Covid-19 atau tidak.
Mereka juga harus melalui dua kali pemeriksaan swab. Jika hasil swab semuanya negatif maka mereka diperbolehkan kembali ke daerah asal masing-masing, jika tidak mereka harus dirawat samai sembuh.
Perhatian gugus tugas terhadap PMI semata-mata untuk menuntaskan masalah pandemi di tanah air. Selain menekan penyebaran Covid-19 juga mencegah masuknya varian terbaru ke tanah air. (*)
REPORTER : EUSEBIUS SARA



