Rabu, 13 Mei 2026

Masih Banyak Pedagang Curangi Timbangan

Berita Terkait

Ilustrasi. Personel Sat Samapta Polresta Barelang saat meninjau penerapan protokol kesehatan di Pasar Tos 3000, Jodoh, Kota Batam. Foto: Humas Polresta Barelang

batampos – Tera ulang timbangan yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam beberapa waktu lalu dinilai tak efektif. Buktinya, masih ada saja pedagang di Toss 3000 yang mencurangi timbangan.

Asih, warga Batam Center misalnya, mengaku kesal ketika mendapati timbangan beberapa belanjaannya tak sesuai dengan yang dibeli.

Padahal, niatnya berbelanja ke Pasar Toss 3000 yang lokasinya jauh dari rumahnya, untuk mendapatkan harga murah.

”Belanja hari Sabtu kemarin, sampai rumah semua saya timbang dan ternyata banyak yang kurang,” ujar Asih.

Menurut dia, timbangan yang banyak dicurangi itu untuk belanjaan jenis cabai, bawang dan beberapa jenis sayuran lainnya.

Seperti cabai yang ia beli 1 kilogram, sampai di rumah setelah ditimbang ulang beratnya hanya 8,5 ons atau 850 gram saja.

”Rata-rata kalau beli cabai, apalagi yang harganya murah itu pasti kurang, saya beli cabai satu kilogram, ternyata pas sampai rumah tak sampai segitu,” terang Asih lagi.

Hal senada juga diungkapkan, Icha, warga Nongsa yang sengaja ke Pasar Toss 3000 untuk berbelanja kebutuhan pokok dengan harapan mendapat harga murah.

Namun, usai berbelanja di pasar tersebut ia harus kecewa, karena banyak timbanban belanjaan yang minus.

”Sebenarnya ini sudah sering terjadi, cuma saya diam saja. Senang belanja di Toss 3000 itu karena murah, segar-segar dan banyak jenis. Tapi tiap belanja pasti ada saja yang tak sesuai,” ungkap Icha.

Karena itu, ia berharap pemerintah bisa bertindak tegas terhadap pedagang yang melakukan kecurangan. Sebab, tak mungkin warga bela-belain melapor ke lembaga konsumen hanya untuk menyampaikan belanjaanya kurang.

”Emak-emak mana punya waktu banyak lapor sana sini. Pemerintahlah yang harus aktif, kan sudah banyak kejadian juga. Jangan diam-diam saja,” harapnya.

Menurut dia, tera Ulang yang dilakukan Disperindag Kota Batam beberapa waktu lalu, diduga juga tak efektif. Karena, ternyata masih banyak pedagang yang curang.

”Lagian infonya tidak semua timbangan pedagang yang ditera ulang. Setelah ditera ulang juga tak diawasi, jadi tak mungkin efektif lah. Harusnya ada timbangan pembanding di pasar itu, jadi habis berbelanja, warga bisa langsung cek dan komplain,” tegas Icha.(*)

Reporter: Yashinta

UPDATE

Play sound