Kamis, 28 Mei 2026

Musim Hujan, Jalan ke Perumahan Gesya Paradise dan Asena Semakin Hancur dan Berlumpur

spot_img

Berita Terkait

Jalan masuk perumahan Gesya Piayu becek dan berlumpur. Viko untuk Batam Pos

batampos – Warga Perumahan Gesya Paradise dan Asena di kawasan Pancur, RW 06, Kelurahan Tanjungpiayu, Kecamatan Sei Beduk, masih menantikan realisasi penanganan akses jalan menuju permukiman mereka yang hingga kini belum disemenisasi maupun diaspal. Kondisi jalan yang rusak dan berlumpur saat hujan dinilai sudah terlalu lama dibiarkan tanpa kepastian perbaikan.

Jalan utama menuju dua perumahan tersebut berubah menjadi kubangan lumpur ketika hujan turun. Sementara saat cuaca panas, debu beterbangan dan mengganggu kenyamanan warga yang melintas setiap hari.

Ketua RW 06 Kelurahan Tanjungpiayu, Zulfikar, mengatakan keluhan warga terkait kondisi jalan tersebut sudah berlangsung sejak penghuni mulai menempati perumahan pada 2021 lalu. Hingga kini, warga masih berharap adanya langkah nyata dari pihak terkait.
“Kalau hujan jalannya becek dan berlumpur, kalau panas debunya cukup tebal. Warga berharap minimal ada semenisasi supaya akses lebih layak dilalui,” ujar Zulfikar.

Keluhan serupa disampaikan ketua RW 06 Harno, yang mengaku sudah hampir lima tahun menghadapi kondisi jalan rusak tersebut. Menurutnya, jalan licin saat hujan sering membahayakan warga, terutama ibu-ibu dan anak-anak.
“Ibu-ibu sering jatuh karena jalan berlumpur. Kami sudah lama bertahan dengan kondisi seperti ini dan berharap segera ada perbaikan,” kata Harno.

Warga lainnya, Riski, mendesak agar pemerintah segera berkoordinasi dengan pihak pengembang untuk memastikan siapa yang bertanggung jawab terhadap semenisasi maupun pengaspalan jalan tersebut. Menurutnya, warga hanya ingin ada kepastian penanganan setelah bertahun-tahun menunggu.
“Kami berharap ada solusi dan kepastian. Jangan warga terus yang dipingpong antara pemerintah dan developer. Yang penting jalan ini segera diperbaiki,” ungkap Riski.

Menurut warga, berbagai upaya telah dilakukan dengan menyampaikan keluhan ke pihak kelurahan hingga kecamatan. Namun hingga kini belum ada realisasi perbaikan karena persoalan tanggung jawab pembangunan jalan disebut masih belum jelas antara pemerintah dan pengembang.

Sementara itu, Camat Sei Beduk, Rifandi Malik, saat dikonfirmasi mengaku turut memantau kondisi jalan di kawasan tersebut. Ia menyebut penanganan jalan akan dikoordinasikan dengan dinas terkait agar dapat segera ditindaklanjuti. “Akan segera ditangani. Penanganan akan saya koordinasikan ke dinas terkai,” ujar Rifandi Malik.(*)

spot_img

UPDATE

Play sound