
batampos – Ikatan Alumni Fakultas Teknologi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (Alfatekelits) Sumatera dan Kepulauan Riau (Kepri) mengadakan musyawarah wilayah (muswil) pertama di Hotel Planet Holiday, Minggu (7/8) pagi. Kegiatan ini dihadiri Ketua Umum Alfatekelits Pusat, Gigih Retnowati.
Kegiatan ini turut dihadiri puluhan alumni dari Batam dan pertemuan via online dari Sumatera. Kemudian dilakukan pemilihan ketua alumni periode 2022-2026, dengan ketua terpilih Tri Prasetyo.
Ketua Umum Alfatekelits Pusat, Gigih Retnowati mengatakan pembentukan organisasi ini merupakan amanah dari alumni Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) saat musyawarah nasional (munas) tahun lalu. Para alumni tersebut meminta pembentukan kepengurusan di wilayah-wilayah.
“Ini merupakan embrio bagi organisasi ini. Sebelumnya, hubungan antara alumni ini sudah ada terjalin dengan baik. Tapi ini organisasi secara resminya,” ujar Gigih.
Gigih melihat pembentukan kepengurusan di wilayah Sumatera dan Kepri ini langkah yang sangat bagus. Menurut dia, alumni di wilayah ini memiliki semangat yang tinggi, sehingga dapat memajukan kemaritiman Indonesia.
“Tidak hanya bidang maritim saja, tapi banyak lagi bidang,” katanya.
Gigih menjelaskan saat ini jumlah Alfatekelits di Indonesia mencapai 6.000 orang, atau dari angkatan 1960. Untuk itu, ia berharap para alumni ini tetap tetap mempertahankan sinergitas antara sesama alumni dan stakeholder lainnya.
“Kami melihat bahwa untuk penbentukan kepengurusan di Sumatera dan Kepri ini banyak yang sukarela, namun semangatnya luar biasa. Ini harus dipertahankan,” ungkapnya.
Sementara Ketua Alfatekelits Sumatera dan Kepri, Tri Prasetyo mengatakan terbentuknya kepengurusan ini merupakan wadah bagi para alumni untuk saling bersilaturahmi. Sehingga nantinya, kepengurusan ini memberikan dampak positif bagi sesama alumni, fakultas, dan masyarakat.
“Saya mencalonkan diri ini merasa terpanggil. Karena Batam ini sebagai barometer maritim di Indonesia. Mau cari segala macam kapal ada (di Batam), shipyard ratusan, dan pekerjanya sampai 300 ribu orang,” katanya.
Tri menjelaskan selama menjadi ketua, ia akan membuat database seluruh alumni. Kemudian membentuk program choaching dan mentoring bagi para alumni.
“Program kerja kami nanti ini menjadi wadah mengajar bagi senior-senior. Programnya tidak terbatas ke ITS saja, tapi bisa ke universitas lainnya,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur Mahesa Group ini.
Ketua Panitia, Denny Johan Renggana mengatakan kegiatan ini terbentuk karena semangat para alumni yang tinggi. Saat ini, Alfatelekelits di Batam terdata mencapai 300 orang.
Kegiatan ini juga turut didukung oleh BKI Batam, PTK Batam, KSOP Khusus Batam, Politeknik Batam, Mahesa Group, Oceanindo Prima Sarana, Tritusta, ROV Inspeksi, Jotun, N.E Rayqhoen Sukses, dan Pro Spec Indopratama.
Kemudian Tosan Aji Mumpuni, Delta Inti Wangsa, Radio Navigasi Internasional, Suasa Benua Sukses, Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari, Hi Test, Transalindo, serta Repsol Lubricant – Rezkifah Mutiara Cemerlang (RMC). (*)
Reporter: YOFI YUHENDRI

