Jumat, 17 Juli 2026

Prakiraan Cuaca Kepri 17 Juli 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat Disertai Petir di Bintan, Karimun, dan Anambas

Berita Terkait

Ilustrasi cuaca mendung menyelimuti kawasan Batam Center dan sekitarnya. . Beberapa hari terakhir kota Batam diguyur hujan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Hang Nadim Batam memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Kepulauan Riau pada Jumat (17/7/2026) secara umum didominasi cuaca berawan dengan potensi hujan lokal berintensitas ringan hingga sedang.

Meski demikian, BMKG mengingatkan adanya potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat serta angin kencang di sejumlah wilayah.

Forecaster BMKG Kelas I Hang Nadim Batam, Rony, mengatakan potensi cuaca ekstrem diperkirakan terjadi pada pagi hingga siang hari.

“Potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi pada pagi hingga siang hari, terutama di Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, dan Kabupaten Kepulauan Anambas,” ujarnya, Kamis (16/7).

BMKG mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan agar selalu memperhatikan perkembangan informasi cuaca terbaru dan mengantisipasi dampak yang dapat ditimbulkan, seperti genangan air, pohon tumbang, maupun gangguan aktivitas akibat cuaca buruk.

Gelombang Laut Masih Relatif Aman

Untuk kondisi perairan Kepulauan Riau, BMKG memprakirakan tinggi gelombang secara umum masih berada pada kategori rendah, yakni berkisar 0,5 hingga 1,25 meter, sehingga relatif aman untuk aktivitas pelayaran.

Namun, BMKG mengingatkan adanya potensi peningkatan tinggi gelombang hingga 1,4 meter atau masuk kategori sedang di Perairan Kepulauan Tambelan dan Perairan Kepulauan Lingga.

Karena itu, nelayan, operator kapal, dan pengguna jasa transportasi laut yang melintasi wilayah tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan serta memastikan telah memantau informasi cuaca dan gelombang laut sebelum berlayar.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk terus mengikuti pembaruan prakiraan cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah secara dinamis, terutama pada periode yang berpotensi memicu hujan lebat, petir, dan angin kencang. (*)

UPDATE

Play sound