Minggu, 3 Mei 2026

Pasien Covid-19 Wajib Isolasi di Rumah Sakit

Berita Terkait

Dua petugas medis dari BTKLPP Kelas I Batam Kementerian Republik Indonesia di Sagulung, Ami Azura dan Maharani Chalsealyn berada di mobil untuk melakukan pemeriksaan sampel covid-19 dengan TCM mastermix dan Ekstraksi di mobil laboratorium bergerak survailans di Sagulung, Kamis (27/1). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Kasus aktif Covid-19 di Kota Batam terus mengalami peningkatan signifikan. Dalam laporan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam pada Rabu (2/2/2022) terdapat tambahan 12 pasien baru terkonfirmasi positif Covid-19.

Bahkan sepanjang dua hari ini saja, jumlah kasus aktif di Kota Batam naik 40 orang. Hal ini tentu harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah mengingat lonjakan kasus yang cukup signifikan.

Tambahan kasus Covid -19 ini tak hanya vairan Alpa dan Delta. Tetapi juga probable Omicron yang jumlahnya saat ini mencapai 46 orang di Batam.

”Ya, hari ini ada tambahan 12 pasien baru yang terkonfirmasi positif Covid-19,” ujar Ketua Bidang Kesehatan TimGugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi.

Dengan tambahan pasien baru ini, angka kasus aktif di Batam juga terus naik. Tercatat sampai kemarin, kasus aktif Covid-19 berjumlah 72 orang, dimana seluruhnya dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19 Kota Batam dan RSKI Galang.

”Kami juga terus lakukan tracing bagi seluruh kontak langsung pasien,” tambahnya.

Melihat peta situasi terkini, hampir seluruh kecamatan di Kota Batam memiliki kasus aktif. Kasus tertinggi ada di Kecamatan Batam Kota yang menjadikannya naik menjadi zona merah dengan jumlah kasus aktif mencapai 22 orang.

Selain itu Kecamatan Bengkong yang sebelumnya masih berzona kuning naik menjadi zona oranye dengan jumlah kasus aktif 15 orang.

Lalu, Sekupang 10 kasus aktif, Lubukbaja delapan kasus aktif dan Nongsa tujuh kasus aktif. Batuampar empat kasus aktif, Sagulung tiga dan Seibeduk dua serta Batuaji satu kasus.

”Hanya tiga kecamatan di hinterland yang sampai masih berstatus zona hijau,” tutur Didi.

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Batam telah memeriksa 538.517 RDT Antigen, dengan hasil 259.981 negatif dan 8,536 lainnya positif.

Didi tak henti mengimbau kepada masyarakat akan pentingnya menerapkan 5 M, yakni menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilisasi.

”Tetap memakai masker, dan ingat pesan ibu 5M. Dengan sama-sama memakai masker kita bisa meminimalisir penyebaran Covid-19 ini hingga 99 persen,” ungkap Didi.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan Batam, tercatat sebanyak 34 orang warga Kota Batam terkonfirmasi probable Omicron.

Dengan rincian sebanyak 27 kasus dirawat di RSKI Galang, satu kasus dirawat di RSBK, satu kasus dirawat di RS Elisabeth Lubuk Baja, dua kasus dirawat di RSAB, satu kasus dirawat di RSBP, satu kasus dirawat di RS Elisabeth Batam Kota, dan satu kasus ditangani oleh Satgas Covid-19 Pekanbaru, serta satu kasus tidak diketahui keberadaannya.

Pasien probable Omicron tersebut terdiri dari beragam profesi. Mulai dari guru, mahasiswa, pekerja swasta, ibu rumah tangga, dosen hingga pelajar. Berdasarkan data yang masuk 31 Januari, lanjutnya, ada 21 kasus baru terkonfirmasi probable Omicron.

Reporter: Rengga Yuliandra-Yulitavia

UPDATE