Senin, 27 April 2026

PDI-P dan PBB Bantu Korban Banjir di Kampung Aceh dan Mangsang

Berita Terkait

PDI-P bersama Persatuan Batak Bersatu (PBB) membagikan sembako, untuk membantu korban yang terdampak banjir di Kampung Aceh, Rabu (5/1/2022). (F.Yulitavia)

batampos – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) bersama Persatuan Batak Bersatu (PBB) membagikan sembako, untuk membantu korban yang terdampak banjir di Kampung Aceh, Kelurahan Mukakuning, Kecamatan Sei Beduk, Batam.

Ada sebanyak 200 paket sembako yang dibagikan, terdiri dari beras, gula, minyak goreng dan kebutuhan barang pokok lainnya.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota batam, Tumbur M Sihaloho mengatakan sembako ini bukan hanya untuk warga Kampung Aceh saja, melainkan untuk Warga Mangsang juga. Di Mangsang juga ada 200 paket sembako yang dibagikan kepada warga yang terdampak. Ia berharap sembako ini bisa membantu warga yang terdampak banjir di Kota Batam.

“Wujud kepedulian kami ini adalah bukti kepada masyarakat,” ujar pria dari Fraksi PDI-P ini kepada warga, Rabu (5/1/2022).

Sebagai wakil rakyat, pihaknya akan berjuang untuk warganya agar bisa mendapatkan kesejahteraan, terutama dari sisi tempat tinggal. Pihaknya akan menyampaikan kepada pemerintah Kota (Pemko) Batam agar memberikan perhatian kepada warga Kampung Aceh.

Anggota DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mayor Jenderal TNI Mar Sturman Panjaitan, mengatakan sebelumnya pihaknya juga ada acara pembagian beras dari Puan Maharani. Kemudian, Tumbur meminta agar korban banjir juga diberikan bantuan.

“Kampung Aceh dan Mangsang adalah wilayah dapilnya maka kita berikan. Inilah salah satu bentuk empati kami di Kampung Aceh ini,” paparnya.

Ia melanjutkan pembagian beras Puan Maharani di Kepri masih berlanjut. Diharapkan bisa membantu warga yang terkena bencana dan terdampak Covid-19.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan negara memang bertugas untuk melindungi warganya. Sehingga pemerintah wajib membantu warganya.

Perwakilan Warga Terdampak Banjir di RT 02 RW 14 Kampung Aceh, Kelurahan Mukakuning, Kecamatan Sei Beduk, Agus Kusaheri mengatakan ada sebanyak 280 KK yang terdampak banjir. Rumah yang posisinya berada di atas termasuk banjir kategori 2, rumah yang posisinya dibawah termasuk banjir kategori 1.

Kondisinya, kata dia, untuk kategori 1 kedalaman banjir sampai 3 meter lebih. Sementara kategori 2 banjirnya perkiraan 1 meter.

“Kalau yang kategori 1, airnya sampai diatas kepala orang dewasa. Bisa tenggelam. Nah kategori 2 banjirnya sepinggang orang dewasa,” kata Agus.

Ia menuturkan, banjir yang terakhir saat 31 Desember 2021 lalu, diperkirakan bukan hanya intensitas hujan yang tinggi. Beberapa sumber mengatakan banjir tersebut lantaran ada kiriman air dari Batu Aji dan Tiban.

“Alhamdulilah sangat senang sekali dapat bantuan. Semoga bisa membantu warga-warga lainnya,” ujar Agus. (*)

Reporter : YULITAVIA

UPDATE