
batampos – Memasuki pertengahan April 2026, rencana pelebaran Jalan Tengku Sulung di Kecamatan Batamkota belum juga menunjukkan tanda-tanda pengerjaan. Hal ini memicu pertanyaan warga, mengingat jalan tersebut masih terlihat semrawut dan kerap dilanda kemacetan.
Pantauan di lapangan, belum tampak aktivitas proyek maupun persiapan pengerjaan. Di sisi lain, sepanjang ruas jalan justru kembali dipadati lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berjejer di bahu jalan.
Diki, salah satu warga yang setiap hari melintas di kawasan itu, mengaku heran dengan belum dimulainya proyek pelebaran yang sebelumnya dijanjikan pemerintah pada tahun ini.
“Katanya 2026 mulai dikerjakan, tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda. Jalan masih semrawut, malah PKL makin banyak,” ujarnya.
Baca Juga: Pembobolan Rekening Terulang
Menurut Diki, kondisi Jalan Tengku Sulung saat ini semakin padat, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Bahkan, ia kerap menghindari jalur tersebut karena kemacetan yang cukup parah.
“Kalau pagi hari, saya lebih pilih lewat jalan besar. Di sini sering macet, apalagi jam berangkat kerja,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Erina, warga Batamkota lainnya. Ia berharap pemerintah segera merealisasikan pelebaran jalan tersebut, mengingat akses itu merupakan jalur penting bagi masyarakat.
“Jalan ini padat penduduk dan aktivitasnya tinggi. Memang sudah sangat butuh pelebaran,” katanya.
Selain macet, Erina juga menyoroti persoalan banjir yang kerap terjadi di sejumlah titik saat hujan turun, meskipun hanya dalam waktu singkat.
“Kalau hujan sebentar saja, sudah ada genangan. Biasanya di depan Taras, sekitar Marbella, sampai Botania 1. Itu sering banjir,” jelasnya.
Baca Juga: Di Tengah Tekanan Global, Investasi Batam Melonjak 118,97 Persen
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam belum memberikan tanggapan terkait belum dimulainya proyek tersebut.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Batam memastikan pelebaran Jalan Tengku Sulung akan mulai dikerjakan pada tahun 2026. Proyek tersebut direncanakan dilakukan secara bertahap.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Bina Marga dan SDA Kota Batam, Dohar, menyebutkan bahwa perencanaan teknis telah rampung pada 2025. Bahkan, pengerjaan fisik ditargetkan mulai pada Maret hingga April 2026.
Pada tahap awal, pelebaran difokuskan pada pembukaan jalur kedua dari arah Cikitsu menuju SMAN 3 Batam. Nantinya, jalan tersebut akan memiliki dua jalur dengan masing-masing dua lajur untuk mengurai kemacetan.
Namun hingga pertengahan April ini, realisasi di lapangan belum terlihat. Kondisi jalan yang tetap sempit, ditambah keberadaan PKL dan genangan air saat hujan, membuat warga semakin mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam merealisasikan proyek tersebut.(*)



