Sabtu, 4 Juli 2026

Pembukaan Kenduri Seni Melayu Batam 2026, Amsakar Persembahkan Puisi “Uwak”

Berita Terkait

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, beserta Ketua TP-PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, dan sejumlah pejabat berfoto bersama para penari dan penampil malam pembukaan KSM 2026 di Dataran Engku Putri, Batam Center, Jumat (3/7). Foto: Humas Diskominfo Batam

batampos – Malam pembukaan Kenduri Seni Melayu (KSM) Kota Batam 2026 di Dataran Engku Putri, Batam Center, Jumat (3/7/2026), berlangsung penuh khidmat dan sarat makna. Di hadapan ribuan masyarakat, tamu kehormatan, serta delegasi seni dan budaya dari dalam maupun luar negeri, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, membacakan puisi berjudul Uwak.

Dalam khazanah budaya Melayu, uwak berarti bapak. Mela­lui puisi tersebut, Amsakar mempersembahkan penghormatan kepada seluruh sosok ayah yang menjadi teladan dalam kehidupan keluarga.

Bait demi bait puisi mengangkat nilai kasih sayang, pengorbanan, tanggung jawab, serta nasihat yang menjadi bekal menjalani kehidupan. Lantunan puisi itu menghadirkan suasana haru sekaligus menguatkan pesan tentang pentingnya menjunjung tinggi adab, budi pekerti, dan penghormatan kepada orang tua sebagai bagian dari jati diri masyarakat Melayu.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Tempat Makan Sandwich Enak di Batam, Roti Fresh dengan Isian Premium

Malam pembukaan Kenduri Seni Melayu 2026 turut dihadiri Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra; Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan sekaligus Asisten Deputi Event Internasional Kementerian Pariwisata RI; Hafiz Agung Rifai, yang mewakili Menteri Pariwisata RI.

Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif, Yuke Sri Rahayu; Ketua DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaluddin; Ketua Umum Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepulauan Riau Kota Batam, Raja Muhammad Amin; jajaran Pemerintah Kota Batam dan BP Batam.

Serta, delegasi seni dan budaya dari Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, dan sejumlah provinsi di Indonesia, seperti Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Riau, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Mengusung semangat memperkuat pengembangan pariwisata berbasis budaya, Kenduri Seni Melayu kembali menghadirkan beragam pertunjukan seni tradisional, permainan rakyat, hingga sajian kuliner khas Melayu melalui kolaborasi para seniman lokal, nasional, dan internasional.

Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan rasa syukur karena Kenduri Seni Melayu telah memasuki penyelenggaraan ke-27 dan terus berlangsung tanpa pernah terputus. Menurutnya, konsistensi tersebut menjadi bukti kuat komitmen masyarakat Batam dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Melayu.

“Kenduri Seni Melayu sampai dengan tahun ke-27 ini terselenggara dengan baik dan belum pernah terputus. Ini menjadi kebanggaan kita bersama,” ujarnya.

Baca Juga: Vonis Bebas Kasus Pajak Hotel Rp4,43 Miliar, Kejari Batam Ajukan Banding

Amsakar menilai Kenduri Seni Melayu bukan sekadar agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi antarpelaku seni dari berbagai daerah dan negara.

“Dalam konteks kepariwisataan, kehadiran Kenduri Seni Melayu saya pandang sebagai ruang untuk membangun kolaborasi dan sinergi dengan para penggiat seni, baik dari tingkat internasional maupun lokal,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan seni sebagai bagian penting dalam mem­bangun karakter bangsa.

“Dengan ilmu hidup akan jadi mudah, dengan iman hidup akan menjadi terarah, dengan seni hidup akan menjadi indah,” ucapnya yang disambut tepuk tangan hadirin.

Pada kesempatan itu, Amsakar juga menegaskan komitmennya menghadirkan gedung budaya di Kota Batam sebagai ruang ekspresi dan pelestarian berbagai seni budaya yang tumbuh di tengah masyarakat.

“Insyaallah di era kepemimpinan kami akan lahir gedung budaya untuk menegaskan kembali bahwa keberagaman yang ada di Batam berada di bawah payung budaya Melayu,” ujarnya.

Sementara itu, Hafiz Agung Rifai menyampaikan apresiasi Kementerian Pariwisata kepada Pemerintah Kota Batam bersama seluruh komunitas seni dan budaya yang konsisten menjaga keberlangsungan Kenduri Seni Melayu.

“Atas nama Kementerian Pariwisata, saya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Batam, komunitas seni budaya, dan seluruh pihak yang terus berkolaborasi menyelenggarakan Kenduri Seni Melayu. Didukung kekayaan budaya Melayu sebagai akar identitas daerah, kegiatan ini sejalan dengan kebijakan Event by Indonesia dan pengembangan pariwisata regeneratif,” katanya.

Ia berharap Kenduri Seni Melayu terus berkembang menjadi signature event Kota Batam sekaligus ikon budaya Melayu Indonesia yang mampu menarik lebih banyak wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Kebanggaan Kota Batam semakin lengkap setelah Kenduri Seni Melayu kembali masuk dalam 125 Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026. Tahun ini menjadi kali keempat secara berturut-turut KSM terpilih sebagai salah satu agenda wisata unggulan nasional yang dinilai mampu menggerakkan sektor pariwisata, memperkuat ekonomi kreatif, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)

UPDATE