Rabu, 25 Februari 2026

Pemerintah Petakan Titik Rawan Banjir, Normalisasi Hingga Box Culvert Disiapkan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Banjir di kawasan Batuaji.

batampos – Wali Kota Batam, sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyatakan bahwa pemerintah telah memetakan 17 titik banjir di Batam dengan skema penanganan yang berbeda di setiap lokasi.

Upaya ini merupakan hasil evaluasi lapangan setelah hujan lebat pada 19 Februari lalu yang menyebabkan genangan di berbagai kawasan.

“Sudah kita bahas semua isunya. Terdapat 17 titik banjir di Batam,” kata Amsakar, Selasa (24/2).

Menurutnya, karakter permasalahan di tiap lokasi tidak sama, sehingga metode penanganan disesuaikan. Sejumlah titik cukup ditangani melalui peninggian badan jalan, sebagian memerlukan pembangunan box culvert, sementara lainnya membutuhkan pembangunan drainase baru.

Untuk kawasan Baloi, pembangunan box culvert direncanakan pada 2027. Adapun di area Taman Makam Pahlawan, pekerjaan fisik dijadwalkan mulai 2026. Penanganan sementara di Simpang Batu Ampar dilakukan melalui pembersihan dan normalisasi saluran air.

Langkah serupa juga diterapkan di depan Hotel Pasifik serta kawasan depan perbankan di Jodoh, yang masih memerlukan kajian lanjutan terkait sumber pendanaan, apakah dari BP Batam atau Pemko Batam.

Di depan Hotel Maxone Nagoya, genangan masih dapat diatasi dengan normalisasi saluran. Sementara itu, pekerjaan fisik di Simpang Sei Harapan dan Tiban Center direncanakan berlangsung pada 2026.

Untuk Perumahan Benih Raya di Tanjung Riau, penanganan sementara juga difokuskan pada normalisasi drainase. “Banyak pekerjaan fisik yang direncanakan pada tahun 2026,” tambah Amsakar.

Pembangunan infrastruktur pengendali banjir pada 2027 turut direncanakan di kawasan depan SP Plaza. Adapun wilayah permukiman di RT 03 RW 01 Bengkong cukup ditangani melalui pembersihan saluran.

Secara keseluruhan, lima titik akan dikerjakan secara fisik pada 2026, yakni Taman Makam Pahlawan, Simpang Sei Harapan, Tiban Center, Perumahan Harapan Putra, dan Perumahan Bumi Perum Kencana.

Selain itu, sejumlah lokasi akan ditangani melalui normalisasi saluran, antara lain Simpang Batu Ampar, kawasan Dana Graha Jodoh, depan Hotel Maxone Nagoya, Perumahan Benih Raya, Bengkong, Taman Kota, serta Hotel Baloi Garden.

Sementara pembangunan box culvert yang dianggarkan pada 2027 direncanakan di kawasan Baloi dan BCA Jodoh.

Terkait opsi penggunaan sistem pompa, pemerintah belum memasukkannya dalam rencana kerja 2026 maupun 2027. Namun, kebijakan tersebut masih terbuka untuk dievaluasi sesuai perkembangan kebutuhan di lapangan.

ReporterArjuna

SALAM RAMADAN