
batampos – Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya avtur untuk pesawat dan BBM bagi kapal feri sebagai imbas konflik global, mulai memicu kenaikan signifikan pada tarif transportasi udara dan laut di Batam. Kenaikan ini berdampak langsung pada mahalnya biaya perjalanan, yang perlahan membatasi mobilitas masyarakat dan wisatawan. Jika kondisi ini berlarut, ancaman perlambatan sektor pariwisata hingga ekonomi daerah kian nyata.
Pengamat ekonomi dari Universitas Batam, Dr. Mohamad Gita Indrawan, menilai dampak kenaikan tarif transportasi tidak bersifat tunggal, melainkan berlapis.
“Dalam jangka pendek, kenaikan biaya perjalanan akan menekan jumlah wisatawan. Jika berlangsung lama, daya saing Batam bisa menurun dibanding destinasi (wilayah) lain,” ujarnya.
Ia mengingatkan, dampak jangka menengah juga perlu diantisipasi. Jika kondisi ini bertahan dalam rentang 6 hingga 18 bulan, tekanan terhadap pelaku usaha akan semakin besar.
BACA SELENGKAPNYA di harian.batampos.co.id



