
batampos – Warga Perumahan Legenda Malaka, Batam Kota, digegerkan dengan teriakan minta tolong dari seorang pemuda yang bersimbah darah akibat ditikam senjata tajam, Minggu (12/7) malam. Sempat dikira aksi begal, peristiwa tersebut ternyata dipicu transaksi cash on delivery (COD) sepeda motor hasil curian.
Korban berinisial S mengalami luka tikam di bagian dada dan bahu. Ia langsung dilarikan ke RS Awal Bros Batam untuk mendapatkan perawatan medis.
Rio, salah seorang warga, mengatakan warga berhamburan keluar rumah setelah mendengar teriakan minta tolong dari korban.
“Warga dengar teriakan minta tolong, dikira begal. Pelaku langsung diamankan warga, sedangkan satu pelaku lagi kabur menggunakan motor,” ujarnya.
Baca Juga: BSSN Belum Temukan Bukti Pencurian Data SPMB Batam, Pelaku Diduga Sebar Kepanikan
Menurut Rio, emosi warga sempat memuncak hingga salah seorang pelaku menjadi sasaran amukan massa sebelum akhirnya diamankan polisi.
“Polisi datang, pelakunya sudah babak belur,” katanya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Iptu Rahmat Susanto, meluruskan informasi yang sempat beredar di masyarakat. Ia menegaskan peristiwa tersebut bukan merupakan aksi pembegalan.
Rahmat menjelaskan, kejadian bermula saat korban membuat janji bertemu dengan pelaku untuk melakukan transaksi COD sepeda motor di kawasan Mega Legenda. Motor yang akan dibeli itu diduga merupakan kendaraan milik korban yang sebelumnya hilang di kawasan Bengkong.
“Bukan begal, itu COD motor. Untuk korban masih menjalani perawatan,” ujar Rahmat.
Baca Juga: Puluhan TKA Asal Tiongkok Kabur Saat Imigrasi Sidak di Nongsa, Ini Faktanya
Korban, kata dia, sengaja mendatangi lokasi untuk memastikan sekaligus menangkap orang yang diduga telah mencuri sepeda motornya. Namun, saat pertemuan berlangsung, korban justru menjadi korban penikaman.
Polisi telah mengamankan seorang terduga pelaku berinisial R, sementara seorang pelaku lainnya masih dalam pengejaran.
“Kasusnya masih penyelidikan. Nanti akan kita informasikan,” kata Rahmat.
Saat ini, penyidik Polsek Batam Kota masih melakukan pengembangan untuk mengungkap peran masing-masing pelaku serta mendalami dugaan keterkaitan kasus tersebut dengan tindak pidana pencurian sepeda motor. (*)

