
batampos – Sejumlah warga mengeluh karena tak kunjung mendapatkan vaksinasi dosis kedua untuk vaksin jenis Moderna. Padahal, masa yang ditentukan untuk mendapatkan dosis kedua sudah lewat.
Ruslan Kasbulatov, mantan pimpinan DPRD Batam yang mendapatkan vaksinasiasi dosis pertama tiga bulan lalu di daerah Sengkuang mempertanyakan ketersediaan vaksin Moderna di fasilitas kesehatan seperti Puskesmas di Batam. “Saya vaksin pertama mendapatkan Moderna sudah lebih dari tiga bulan. Dan sesuai ketentuan sudah seharusnya mendapatkan dosis kedua. Sayangnya, vaksin Moderna untuk dosis kedua tak ada,” katanya.
Mantan anggota DPRD Kepri itu tak hanya ke Puskesmas, tetapi juga ke sejumlah pihak yang bisa menyelenggarakan vaksinasi. “Saya sudah ke Polsek, ya sama saja. Kata mereka Moderna lagi tidak tersedia,” katanya.
Menurut Ruslan, dengan terkendalanya vaksinasi dosis kedua Moderna, maka warga yang mendapatkan vaksinasi Moderna dosis pertama akan tetap terkendala jika hendak keluar Batam. Apalagi sudah keluar ketentuan bahwa hanya warga yang mendapatkan vaksinasi lengkap yang bisa melakukan perjalanan keluar daerah tanpa tes Covid-19.
“Jadi seolah-olah terkesan ada diskriminasi. Kami yang tak mendapatkan vaksinasi dosis kedua Moderna tetap harus melakukan tes Covid-19. Padahal kami ingin sekali divaksin dosis kedua,” katanya.
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan provinsi Kepri itu berharap pemerintah daerah bisa menyediakan vaksin ini. “Ini menjadi tugas pemerintah bagaimana warganya mendapatkan dosis kedua. Jadi jangan kami dibiarkan begitu saja,” katanya.
Anggota komisi IV DPRD Kota Batam, Aman mengatakan bahwa warga penerima vaksi Moderna dosis pertama harus mendapatkan vaksinasi dosis kedua. Juga dengan vaksin Moderna. Kalau memang tak ada di Puskesmas, ini menjadi tanggungjawab pemerintah.
“Sudah ditanya ke semua puskesmas belum. Kalau memang di sana tak ada Moderna, maka ini harus menjadi tanggungjawab pemerintah. Jangan dibiarkan warga tak mendapatkan vaksinasi kedua,’ katanya.
Menurut Aman, warga yang ingin mendapatkan vaksin dosis kedua harus dilayani sesuai dengan target dan anjuaran pemerintah. “Dan kasihan mereka jadi terkendala kalau mau keluar kota,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi belum bisa dimintai keterangan terkait hal ini. Dihubungi melalui telepon selular, yang bersangkutan tidak merespon.(*)
Reporter: ALFIAN LUMBAN GAOL

