
F. Immanuel Sebayang/Batam Pos
batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mencatat jumlah kasus warga terjangkit demam berdarah dengue (DBD) mencapai 509 kasus hingga Juli 2022. Dari ratusan kasus yang terkonfirmasi DBD tersebut, tiga orang di antaranya meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan, 509 kasus DBD ini terjadi hampir di seluruh kecamatan di Batam. Sementara sebanyak tiga kasus meninggal ini merupakan warga Mediterania Batam Kota, Pelita Lubukbaja dan Kavling Senjulung Punggur, Kecamatan Nongsa.
“Ya, sampai 19 Juli ini ada 509 kasus DBD, tiga pasien dinyatakan meninggal,” ujarnya, Senin (8/8).
Adapun pasien meninggal akibat DBD tersebut merupakan balita. Pasien pertama berusia 1 tahun, pasien kedua berusia 4 tahun dan pasien ketiga warga Kavling Sejunlung berusia enam bulan. “Semuanya balita,” tambah Didi.
Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kasus DBD di tahun 2021 diketahui berjumlah 710 kasus dengan kasus kematiannya sebanyak empat orang. Sedangkan di tahun 2020 ada 763 kasus dengan kasus kematian tiga orang. Lalu di tahun 2019 ada sebanyak 728 kasus dengan kasus kematian 2 orang.
Didi menjelaskan, adanya tren kenaikan itu salah satunya disebabkan oleh perubahan cuaca. Hal ini menjadi pendorong berkembangnya populasi sarang nyamuk pembawa virus DBD. Kondisi musim penghujan tahun ini menjadi faktor meningkatnya kasus DBD ini. Dimana disaat curah hujan biasanya populasi nyamuk aedes aegypti penyebab DBD meningkat. Peningkatan ini juga meningkatkan penularan penyakit DBD khususnya di masyarakat.
“Kasus DBD ini bersifat fluktuatif. Di saat musim hujan, penyakit DBD akan meningkat,” tambahnya.
Sebagai Langkah pencegahan wabah DBD, Dinas Kesehatan Kota Batam menghimbau untuk Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M plus, yaitu menguras, menutup tempat penampungan air dan mendaur ulang barang bekas serta aktivitas lainya yang dapat mencegah gigitan nyamuk dan berkembangnya jentik-jentik nyamuk.
Demam berdarah memiliki sejumlah gejala bagi penderitanya. Diantaranya, demam tinggi mendadak dengan suhu di atas 38 derajat Celcius, timbul bintik-bintik merah di kulit, sakit kepala, nyeri saat menggerakan bola mata, mudah gelisah, nyeri punggung, badan terasa lemah dan lesu, ujung tangan dan kaki berkeringat, muntah, kadar trombosit turun hingga 100.000/mm3, terkadang disertai mimisan dan buang air besar bercampur darah hingga uluhati terasa nyeri.
“Jika merasakan gejala-gejala di atas, segera periksakan diri ke puskesmas,” imbau Kepala Dinas Kesehatan Batam.
Dijelasnya, dalam memberantas DBD ini perlu adanya peran aktif masyarakat. Semisal perilaku hidup bersih dan sehat, menguras, menutup dan mengubur tempat-tempat yang menjadi sarang nyamuk aedes aegypti.
Dinkes Kota Batam juga terus aktif dalam memberikan penyuluhan ke masyarakat khususnya dalam menggalakan peran juru pemantau jentik (jumantik) dengan program Gerakan satu rumah satu orang jumantik. “Sosialisasi dan penyuluhan jumantik ini masih tetap jalan,” pungkasnya. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra

