Jumat, 3 Juli 2026

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Mapolda Kepri Dimeriahkan Bhayangkara Extreme Challenge

Berita Terkait

Penampilan perseonel Polda Kepri pada HUT Bhayangkara ke 80 di Mapolda Kepri, Rabu (1/7). F.Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Aksi dramatis penyelamatan sandera dalam pertunjukan Bhayangkara Extreme Challenge menjadi atraksi paling menyita perhatian pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di halaman Mapolda Kepulauan Riau, Rabu (1/7). Simulasi bak operasi sungguhan itu menampilkan kemampuan personel Polri menghadapi aksi kriminal bersenjata dengan melibatkan tim sniper, pasukan penindak, hingga proses evakuasi sandera.

Dalam skenario tersebut, tiga warga sipil disandera oleh sekelompok pelaku kriminal bersenjata. Situasi dibuat menyerupai kondisi nyata dengan suara tembakan, ledakan, dan semburan api yang membuat suasana di lokasi seketika menegangkan.

Di tengah ketegangan itu, seorang polisi wanita dari Korps Brimob mengambil posisi sebagai penembak runduk atau sniper. Dengan bidikan jarak jauh, ia berhasil melumpuhkan salah seorang pelaku sehingga memberi ruang bagi tim penindakan untuk bergerak cepat membebaskan para sandera.

Baca Juga: Kasus Tiket Pesparawi Naik Penyidikan, Polda Kepri Dalami Dugaan Penipuan Dana Tiket Rp1 Miliar

Aksi berlangsung cepat dan terukur. Setelah seorang pelaku dilumpuhkan, personel lainnya segera memasuki area penyanderaan untuk mengamankan lokasi sekaligus mengevakuasi seluruh sandera dalam kondisi selamat.

Tepuk tangan penonton pun pecah usai simulasi berakhir. Atraksi tersebut menjadi salah satu penampilan yang paling banyak mendapat perhatian masyarakat karena memperlihatkan kemampuan personel Polri dalam menghadapi situasi berisiko tinggi dengan mengutamakan kecepatan, ketepatan, dan keselamatan.

Selain Bhayangkara Extreme Challenge, rangkaian peringatan Hari Bhayangkara juga dimeriahkan berbagai atraksi lainnya. Mulai dari demonstrasi bela diri, ketangkasan penggunaan senjata, hingga aksi pemecahan batu oleh personel polisi wanita yang menunjukkan kemampuan fisik serta profesionalisme anggota Polri.

Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin mengatakan, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, BP Batam, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan di Kepulauan Riau.

“Keamanan menjadi salah satu faktor utama dalam menciptakan iklim investasi di Kepri. Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi, kerja sama, dan dukungan seluruh elemen masyarakat agar dapat memberikan pelayanan terbaik sesuai harapan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Penyidikan Kasus Sekolah Djuwita Batam Berkembang, Polisi Buka Peluang Tersangka Baru

Asep menegaskan, Polri berkomitmen memberikan perhatian terhadap seluruh bentuk tindak kejahatan, baik yang berskala besar maupun kejahatan yang dinilai kecil tetapi berdampak luas bagi masyarakat.

“Kami tidak pernah menganggap remeh kejahatan jalanan atau pencurian fasilitas umum. Nilainya mungkin kecil, tetapi dampaknya sangat besar terhadap kepentingan masyarakat. Yang kecil saja kami tangani serius, apalagi kejahatan besar seperti narkotika, pembalakan liar, maupun perambahan hutan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kerja sama lintas negara terus diperkuat, termasuk dengan Kepolisian Diraja Malaysia, khususnya Johor dan Melaka, untuk mempersempit ruang gerak jaringan penyelundupan narkotika yang masuk ke wilayah Indonesia melalui Kepulauan Riau.

Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh jajaran Polri. Menurutnya, peran Polri sangat strategis dalam menjaga stabilitas keamanan yang menjadi fondasi utama bagi tumbuhnya investasi di Kepulauan Riau.

“Semoga Polri semakin hebat dan semakin Presisi dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat. Sebagai daerah tujuan investasi, Kepri membutuhkan situasi yang aman sehingga kepercayaan investor terus meningkat,” ujarnya. (*)

ReporterYashinta

UPDATE