Selasa, 28 April 2026

Perlintasan Masuk Batam Didominasi PMI, WNA Berkurang

Berita Terkait

Ilustrasi. Pelabuhan Internasional Batam Center. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Ismoyo mengungkapkan perlintasan baik orang yang masuk dan keluar Indonesia melalui Batam mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19. Namun lebih banyak yang masuk daripada keluar.

Kedatangan penumpang WNI selama tahun 2021 tercatat sebanyak 48.730 orang yang masih didominasi oleh kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia. Kemudian untuk WNA jumlahnya juga masih sedikit, yakni 1.662 orang selama 2021.

“Karena orang asing yang masuk wilayah Indonesia harus melewati protokol kesehatan yang tidak mudah atau tidak sederhana. Bahkan dengan adanya varian Omricon ini, cukup panjang, 10 hari. Baru keluar surat edaran Gugus Tugas Covid dan juga diatur 14 hari untuk negara tertentu dan kita juga menolak negara tertentu juga yang meningkat Omriconnya di negara tersebut,” jelasnya.

Kemudian untuk Crew WNI yang masuk sebanyak 81.677 orang dan Crew WNA sebanyak 16.763 orang. Untuk perlintasan Crew ini diakui Ismoyo masih tetap eksis.

Sementara keberangkatan penumpang, untuk WNI sebanyak 12.022 orang dan WNA sebanyak 2.057 orang. Sementara untuk Crew WNI yang berangkat sebanyak 84.894 orang dan Crew WNA sebanyak 15.552 orang.

“Potensi Crew Indonesia sangat tinggi sekali dan ini baru berbicara Batam belum bicara untuk wilayah Indonesia,” katanya.

Di sisi lain, selama tahun 2021 Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam telah menerbitkan 12.217 paspor biasa dan 5.726 paspor elektronik. Jumlah ini cukup banyak karena di tahun 2021 masih adanya pembatasan orang untuk keluar masuk dimasa pandemi.

“Jadi tantangannya selama pandemi, bagaimana Imigrasi tetap eksis memberikan layanan kepada Warga Negara Indonesia khususnya paspor. Ini ada paspor yang biasa maupun paspor elektronik. Dan grafik paspor elektronik ini meningkatnya sangat baik sekali. Hampir mendekati 50 persen paspor biasa,” kata Ismoyo. (*)

Reporter : Eggi Idriansyah

UPDATE