Jumat, 24 Juli 2026

Pertamina Pastikan Stok Pertalite di Batam Aman

Berita Terkait

Ilustrasi. Kendaraan mengisi bahan bakar di SPBU Kota Batam. Foto: Iman Wachyudi/Batam Pos

batampos – Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan Pertalite di Kota Batam, Kepulauan Riau, tetap aman meski terjadi peningkatan konsumsi setelah penyesuaian harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Kenaikan konsumsi tercatat sekitar 2 persen dan masih berada dalam batas kuota yang ditetapkan pemerintah.

Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kepulauan Riau, Bagus Handoko, mengatakan peningkatan konsumsi Pertalite tersebut masih tergolong normal dan tidak mengganggu ketersediaan BBM bersubsidi bagi masyarakat.

“Secara umum, stok dan kuota Pertalite di Batam masih aman. Memang ada peningkatan konsumsi sekitar 2 persen setelah adanya penyesuaian harga BBM nonsubsidi, tetapi kenaikan tersebut masih dalam batas yang bisa kami kendalikan,” ujar Bagus.

Ia menjelaskan, konsumsi Pertalite di Batam saat ini mencapai sekitar 400 ton per hari untuk memenuhi kebutuhan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Jumlah tersebut masih dapat dipenuhi melalui pasokan yang tersedia di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Menurut Bagus, tren konsumsi BBM di Batam juga menunjukkan pertumbuhan yang stabil dari tahun ke tahun. Rata-rata kenaikan konsumsi berada di kisaran 4 hingga 5 persen per tahun, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

“Kalau melihat tren tahunan, pertumbuhan konsumsi BBM di Batam sekitar 4 sampai 5 persen. Angka tersebut masih normal dan menunjukkan aktivitas masyarakat serta mobilitas kendaraan tetap berjalan,” katanya.

Pertamina juga mengimbau masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial mengenai isu kelangkaan maupun kenaikan harga BBM bersubsidi. Menurut Bagus, informasi yang tidak akurat berpotensi memicu kepanikan dan pembelian BBM secara berlebihan.

Ia menegaskan, penyesuaian harga yang dilakukan Pertamina hanya berlaku untuk produk BBM nonsubsidi. Sementara harga BBM bersubsidi, termasuk Pertalite, tetap mengikuti kebijakan pemerintah dan tidak mengalami perubahan.

“Informasi di media sosial terkadang menyebar sangat cepat dan belum tentu sesuai dengan kondisi sebenarnya. Kami mengimbau masyarakat memastikan informasi dari sumber resmi agar tidak terjadi kepanikan atau pembelian BBM secara berlebihan,” ujarnya.

Bagus menilai masyarakat Batam cukup bijak dalam menyikapi isu terkait BBM. Kondisi di lapangan tetap kondusif tanpa adanya antrean panjang maupun aksi pembelian dalam jumlah besar seperti yang sempat terjadi di sejumlah daerah lain.

“Respons masyarakat Batam cukup baik. Mereka cenderung lebih tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas. Kondisi ini tentu membantu menjaga situasi tetap kondusif dan distribusi BBM berjalan normal,” ungkapnya.

Terkait harga BBM nonsubsidi, Bagus menjelaskan penyesuaian harga akan tetap mengikuti perkembangan harga minyak dunia dan kondisi pasar. Jika harga minyak global mengalami penurunan, maka harga BBM nonsubsidi berpotensi kembali disesuaikan.

“Untuk produk nonsubsidi, harga memang mengikuti dinamika pasar. Jadi, apabila harga minyak dunia mengalami perubahan, tentu akan menjadi salah satu pertimbangan dalam penetapan harga berikutnya,” katanya.

Ia menegaskan Pertamina terus memantau distribusi BBM di seluruh SPBU untuk memastikan pasokan tetap tersedia dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

“Yang paling penting, masyarakat tidak perlu panik. Selama pembelian dilakukan sesuai kebutuhan, pasokan BBM di Batam dalam kondisi aman dan distribusi tetap berjalan sebagaimana mestinya,” pungkasnya. (*)

UPDATE